Seorang jurnalis Jerman baru saja kehilangan akun bisnisnya dalam semalam—tanpa peringatan, tanpa penjelasan, sama sekali tidak ada alasan. “Kesalahan” Aya Velázquez? Ia mencoba mendaftarkan nama samaran agar orang bisa mengirim donasi tanpa melacak identitas aslinya. GLS Bank memutuskan bahwa itu sudah cukup untuk menutup akunnya.
Aya sendiri sebenarnya cukup santai menanggapinya, menulis di Twitter sesuatu seperti “Keren, penutupan akun pertamaku!” dengan sentuhan sarkasme. Tapi inti masalahnya: bank yang menutup akses rekening karena perbedaan ideologi atau alasan “pelanggaran kebijakan” yang samar bukan lagi sekadar cerita distopia. Ini terjadi di hari Selasa.
Kekacauan ini menyoroti mengapa orang-orang mulai beralih ke keuangan tanpa izin (permissionless finance). Ketika sebuah bank bisa sewaktu-waktu menghancurkan mata pencaharianmu hanya berdasarkan perasaan atau tanda dari algoritma, mungkin mempercayai penjaga gerbang terpusat bukan strategi paling cerdas.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
22 Suka
Hadiah
22
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
SmartContractPhobia
· 11-26 15:29
Bank bisa menutup tanpa perundingan, itu yang paling menyakitkan bukan?
Lihat AsliBalas0
BearMarketLightning
· 11-25 11:57
Bank langsung membekukan akun tanpa alasan, benar-benar parah, di zaman ini membuat nama palsu saja bisa dibekukan, bikin ketawa...
---
Jadi, centralized ini memang tidak bisa diandalkan, hari ini akunmu dibekukan, besok akunku...
---
Sekali lagi "pelanggaran kebijakan", bagaimanapun juga mereka yang memutuskan, tidak heran semua orang berlari ke on-chain
---
Tindakan bank Jerman ini memang konyol, orang hanya ingin sedikit privasi saja, ini kok bisa jadi crime
---
Sekarang bahkan bank pun tidak mau berbuat baik, langsung bertindak secara sewenang-wenang, permissionless benar-benar mendesak
---
Membekukan akun saja sudah tidak cukup, tidak ada penjelasan, perasaan ini saya dapat... kenapa harus dicekik seperti ini
---
Menyindir "pertama kali dibekukan akun", sikap cewek ini benar-benar stabil, saya sudah marah besar sejak lama haha
Lihat AsliBalas0
NFTDreamer
· 11-23 16:20
Hmm... bank bisa tutup begitu saja, ini benar-benar keputusasaan sejati.
Lihat AsliBalas0
LiquidityNinja
· 11-23 16:19
Nggak bakal bohong, inilah alasan kenapa sekarang gue all in di DeFi... Bank bisa tutupin akun seenaknya, bener-bener keterlaluan.
Lihat AsliBalas0
GateUser-addcaaf7
· 11-23 16:12
Bank bisa menutup kapan saja, inilah harga dari sentralisasi.
Lihat AsliBalas0
WagmiAnon
· 11-23 15:53
ngl, trik bank ini semakin gila, dengan alasan sepele bisa membekukan akunku... web3 saat ini terlihat sangat bagus
Seorang jurnalis Jerman baru saja kehilangan akun bisnisnya dalam semalam—tanpa peringatan, tanpa penjelasan, sama sekali tidak ada alasan. “Kesalahan” Aya Velázquez? Ia mencoba mendaftarkan nama samaran agar orang bisa mengirim donasi tanpa melacak identitas aslinya. GLS Bank memutuskan bahwa itu sudah cukup untuk menutup akunnya.
Aya sendiri sebenarnya cukup santai menanggapinya, menulis di Twitter sesuatu seperti “Keren, penutupan akun pertamaku!” dengan sentuhan sarkasme. Tapi inti masalahnya: bank yang menutup akses rekening karena perbedaan ideologi atau alasan “pelanggaran kebijakan” yang samar bukan lagi sekadar cerita distopia. Ini terjadi di hari Selasa.
Kekacauan ini menyoroti mengapa orang-orang mulai beralih ke keuangan tanpa izin (permissionless finance). Ketika sebuah bank bisa sewaktu-waktu menghancurkan mata pencaharianmu hanya berdasarkan perasaan atau tanda dari algoritma, mungkin mempercayai penjaga gerbang terpusat bukan strategi paling cerdas.