Analis kripto CryptoRover baru saja mengungkapkan satu data yang sering diabaikan: Bitcoin dan altcoin sebenarnya lebih dipengaruhi oleh laju pertumbuhan likuiditas (tingkat pertumbuhan YoY M2), bukan jumlah uang beredar itu sendiri.
2025 sekarang: Laju pertumbuhan M2 turun ke kisaran 2-6% → BTC terjebak di $70.000, fase konsolidasi
Wawasan kunci adalah, kecepatan pencetakan uang lebih penting daripada jumlah uang yang dicetak. M2 global memang terus bertambah, tapi laju pertumbuhannya sudah kembali ke tingkat normal pasca lonjakan di masa pandemi, inilah yang menjelaskan mengapa sekarang meski likuiditas melimpah, Bitcoin dan koin utama tetap stagnan.
Sinyal Bull Market yang Sebenarnya di Mana
Pola historis menunjukkan, bull market kripto biasanya tertinggal 6-12 bulan setelah laju pertumbuhan M2 kembali naik. Dengan kata lain:
Kesimpulan para analis: untuk memicu bull market sejati, bank sentral harus kembali melonggarkan kebijakan. Jika pertumbuhan YoY M2 bisa kembali ke atas 8-10%, Bitcoin berpeluang menembus $100.000, dan altcoin bisa benar-benar terbang.
Inspirasi untuk Investor
Inti dari teori ini adalah: Siklus likuiditas makro > data on-chain > peristiwa halving.
Altcoin lebih sensitif terhadap likuiditas (kapitalisasi kecil + risiko tinggi), jadi pemegang jangka panjang mungkin harus bersabar lebih lama. Namun begitu bank sentral berbalik arah (menurunkan suku bunga atau memulai QE lagi), sinyal itu bisa mendahului reaksi pasar. Dengan kata lain, waktu perubahan kebijakan lebih layak diperhatikan daripada analisis teknikal semata.
Intinya: Tanpa suntikan likuiditas baru yang terus-menerus, siklus kali ini sulit benar-benar lepas landas. Yang paling penting diperhatikan adalah kebijakan bank sentral, bukan cuma lihat grafik harga setiap hari.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Mengapa Pasar Bull Crypto Mengikuti Lonjakan Likuiditas, Bukan Pasokan Uang
Analis kripto CryptoRover baru saja mengungkapkan satu data yang sering diabaikan: Bitcoin dan altcoin sebenarnya lebih dipengaruhi oleh laju pertumbuhan likuiditas (tingkat pertumbuhan YoY M2), bukan jumlah uang beredar itu sendiri.
Data Berbicara: Tiga Kali Konfirmasi Sejarah
Lihat perbandingan ini:
Wawasan kunci adalah, kecepatan pencetakan uang lebih penting daripada jumlah uang yang dicetak. M2 global memang terus bertambah, tapi laju pertumbuhannya sudah kembali ke tingkat normal pasca lonjakan di masa pandemi, inilah yang menjelaskan mengapa sekarang meski likuiditas melimpah, Bitcoin dan koin utama tetap stagnan.
Sinyal Bull Market yang Sebenarnya di Mana
Pola historis menunjukkan, bull market kripto biasanya tertinggal 6-12 bulan setelah laju pertumbuhan M2 kembali naik. Dengan kata lain:
Kesimpulan para analis: untuk memicu bull market sejati, bank sentral harus kembali melonggarkan kebijakan. Jika pertumbuhan YoY M2 bisa kembali ke atas 8-10%, Bitcoin berpeluang menembus $100.000, dan altcoin bisa benar-benar terbang.
Inspirasi untuk Investor
Inti dari teori ini adalah: Siklus likuiditas makro > data on-chain > peristiwa halving.
Altcoin lebih sensitif terhadap likuiditas (kapitalisasi kecil + risiko tinggi), jadi pemegang jangka panjang mungkin harus bersabar lebih lama. Namun begitu bank sentral berbalik arah (menurunkan suku bunga atau memulai QE lagi), sinyal itu bisa mendahului reaksi pasar. Dengan kata lain, waktu perubahan kebijakan lebih layak diperhatikan daripada analisis teknikal semata.
Intinya: Tanpa suntikan likuiditas baru yang terus-menerus, siklus kali ini sulit benar-benar lepas landas. Yang paling penting diperhatikan adalah kebijakan bank sentral, bukan cuma lihat grafik harga setiap hari.