Pasar ekuitas Asia memberikan kinerja yang tenang pada hari Selasa, mencerminkan sentimen investor yang berhati-hati saat para trader menghadapi berbagai kekhawatiran yang meliputi valuasi, risiko geopolitik, dan pengambilan keuntungan musiman menjelang liburan akhir tahun. Kelemahan semalam dari Wall Street menetapkan nada berhati-hati di seluruh kawasan, sementara ketegangan yang meningkat—termasuk kegiatan militer di dekat Taiwan dan laporan operasi drone di dekat wilayah Rusia—menambah kekhawatiran pasar.
Kelemahan Terkonsentrasi di Saham Sumber Daya
Pasar saham Australia menanggung tekanan jual yang paling besar, terutama di sektor terkait komoditas. Indeks S&P/ASX 200 turun 16,21 poin menjadi 8.709,49 (turun 0,19%), sementara indeks All Ordinaries turun 15,70 poin menjadi 9.016,30 ( kehilangan 0,17%). Saham sumber daya mengalami penurunan yang signifikan, dengan Catalyst Metal, Newmont Corporation, Evolution Mining, Capstone Copper, dan Genesis Minerals semuanya turun antara 2,5% dan 4%. Kelemahan ini mencerminkan aktivitas pengambilan keuntungan yang lebih luas di seluruh logam mulia dan saham pertambangan. Sektor defensif tampil lebih baik, dengan James Hardie Industries, Droneshield, Amcor, Woodside Energy, Netwealth Group, QBE Insurance, dan Tabcorp Holdings naik antara 1% hingga 3%.
Nikkei Jepang Tertekan oleh Kelemahan Pagi Hari
Nikkei 225 Jepang dibuka dengan hati-hati, menguji level terendah di dekat 50.198,07 sebelum pulih sedikit ke 50.465,35 pada pertengahan sesi, dan akhirnya ditutup turun 61,57 poin atau 0,12%. Saham terkait pertambangan mengalami kelemahan khususnya, dengan Sumitomo Metal Mining turun 3,7%. Nama-nama teknologi dan konsumen menunjukkan hasil yang beragam—Nintendo, Takeda Pharmaceuticals, Softbank Group, dan Hino Motors turun antara 1% hingga 2%, sementara Nidec Corp. dan Fujitsu naik hampir 2%. Saham yang menguat juga termasuk Sumitomo Dainippon, Murata Manufacturing, Furukawa Electric, Inpex Corp., dan Osaka Gas, masing-masing naik antara 1% hingga 1,5%.
China dan Hong Kong Menunjukkan Jalur yang Berbeda
Indeks Shanghai Composite China turun ke 3.956,78, turun sekitar 0,21% saat perdagangan pagi hari berakhir. Sebaliknya, Hang Seng Hong Kong melawan tren berhati-hati, naik 0,36% menjadi 25.782,50.
Sinyal Campuran dari Pasar Asia Lebih Luas
KOSPI Korea Selatan turun sedikit menjadi 4.217,95, dipengaruhi oleh data produksi industri yang mengecewakan. Produksi industri bulanan yang disesuaikan secara musiman pada bulan November hanya naik 0,6%—jauh dari perkiraan kenaikan 2,2%. Produksi tahunan mengalami kontraksi sebesar 1,4% dibandingkan dengan perkiraan pertumbuhan 3%. NZX 50 Selandia Baru sedikit meningkat, sementara SET Singapura naik 0,2%. Pasar di Indonesia dan Malaysia bergerak ke wilayah negatif.
Volume perdagangan yang tipis mencerminkan kehati-hatian peserta sebelum libur hari raya yang akan datang, dengan investor mengambil posisi berhati-hati di sebagian besar bursa regional.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Pasar Saham Asia Menavigasi Penutupan Hati-hati di Tengah Berbagai Tantangan
Pasar ekuitas Asia memberikan kinerja yang tenang pada hari Selasa, mencerminkan sentimen investor yang berhati-hati saat para trader menghadapi berbagai kekhawatiran yang meliputi valuasi, risiko geopolitik, dan pengambilan keuntungan musiman menjelang liburan akhir tahun. Kelemahan semalam dari Wall Street menetapkan nada berhati-hati di seluruh kawasan, sementara ketegangan yang meningkat—termasuk kegiatan militer di dekat Taiwan dan laporan operasi drone di dekat wilayah Rusia—menambah kekhawatiran pasar.
Kelemahan Terkonsentrasi di Saham Sumber Daya
Pasar saham Australia menanggung tekanan jual yang paling besar, terutama di sektor terkait komoditas. Indeks S&P/ASX 200 turun 16,21 poin menjadi 8.709,49 (turun 0,19%), sementara indeks All Ordinaries turun 15,70 poin menjadi 9.016,30 ( kehilangan 0,17%). Saham sumber daya mengalami penurunan yang signifikan, dengan Catalyst Metal, Newmont Corporation, Evolution Mining, Capstone Copper, dan Genesis Minerals semuanya turun antara 2,5% dan 4%. Kelemahan ini mencerminkan aktivitas pengambilan keuntungan yang lebih luas di seluruh logam mulia dan saham pertambangan. Sektor defensif tampil lebih baik, dengan James Hardie Industries, Droneshield, Amcor, Woodside Energy, Netwealth Group, QBE Insurance, dan Tabcorp Holdings naik antara 1% hingga 3%.
Nikkei Jepang Tertekan oleh Kelemahan Pagi Hari
Nikkei 225 Jepang dibuka dengan hati-hati, menguji level terendah di dekat 50.198,07 sebelum pulih sedikit ke 50.465,35 pada pertengahan sesi, dan akhirnya ditutup turun 61,57 poin atau 0,12%. Saham terkait pertambangan mengalami kelemahan khususnya, dengan Sumitomo Metal Mining turun 3,7%. Nama-nama teknologi dan konsumen menunjukkan hasil yang beragam—Nintendo, Takeda Pharmaceuticals, Softbank Group, dan Hino Motors turun antara 1% hingga 2%, sementara Nidec Corp. dan Fujitsu naik hampir 2%. Saham yang menguat juga termasuk Sumitomo Dainippon, Murata Manufacturing, Furukawa Electric, Inpex Corp., dan Osaka Gas, masing-masing naik antara 1% hingga 1,5%.
China dan Hong Kong Menunjukkan Jalur yang Berbeda
Indeks Shanghai Composite China turun ke 3.956,78, turun sekitar 0,21% saat perdagangan pagi hari berakhir. Sebaliknya, Hang Seng Hong Kong melawan tren berhati-hati, naik 0,36% menjadi 25.782,50.
Sinyal Campuran dari Pasar Asia Lebih Luas
KOSPI Korea Selatan turun sedikit menjadi 4.217,95, dipengaruhi oleh data produksi industri yang mengecewakan. Produksi industri bulanan yang disesuaikan secara musiman pada bulan November hanya naik 0,6%—jauh dari perkiraan kenaikan 2,2%. Produksi tahunan mengalami kontraksi sebesar 1,4% dibandingkan dengan perkiraan pertumbuhan 3%. NZX 50 Selandia Baru sedikit meningkat, sementara SET Singapura naik 0,2%. Pasar di Indonesia dan Malaysia bergerak ke wilayah negatif.
Volume perdagangan yang tipis mencerminkan kehati-hatian peserta sebelum libur hari raya yang akan datang, dengan investor mengambil posisi berhati-hati di sebagian besar bursa regional.