Banyak orang mengira bahwa kecerdasan berarti terus-menerus berjuang, terus berpikir, dan tidak pernah santai. Tapi sebenarnya, rahasia kecerdasan sejati justru sebaliknya. Begini: pertama-tama fokuslah secara tinggi, sampai ke tingkat maksimal; jika benar-benar tidak bisa memikirkan solusi, lepaskan sepenuhnya dan lakukan hal yang sama sekali tidak terkait. Dengan kata lain, sebelumnya kamu harus berusaha keras menggunakan otak, menaruh seluruh kesadaran ke dalamnya; setelah itu, dengan tegas dan cepat, lepaskan dan kosongkan pikiran dari hal tersebut. Hanya dengan cara ini, inspirasi paling mudah muncul.
Semua orang pasti pernah mendengar cerita tentang Archimedes. Dia ingin menentukan apakah mahkota itu asli atau palsu, dan berpikir cukup lama, tapi tidak mendapatkan petunjuk sama sekali. Akhirnya dia berhenti berpikir, lalu pergi ke kamar mandi umum untuk mandi. Dan tepat saat dia duduk di bak mandi, melihat air meluap, tiba-tiba inspirasi datang—masalah pun terpecahkan.
Sebenarnya, banyak penemuan ilmiah dan terobosan penting dalam pemikiran terjadi seperti ini: bukan saat seseorang berusaha keras memikirkan, melainkan saat perhatian mereka sudah beralih dan mereka sedang memikirkan hal lain, tiba-tiba muncul. Jadi, apa keadaan belajar dan bekerja yang benar-benar efisien? Sangat sederhana: saat melakukan satu hal, fokuslah hanya pada hal itu. Saat belajar, belajar dengan sungguh-sungguh; saat bermain, bermainlah dengan sepenuh hati.
Apa yang paling ditakuti? Saat kamu belajar, malah memikirkan nanti akan bermain; saat bermain, malah teringat hal yang belum selesai dipelajari. Dengan begitu, keduanya tidak berjalan dengan baik. Keterlibatan kesadaran tidak cukup dalam, dan bawah sadar pun tidak bisa mengambil alih pekerjaan. Jadi, batasan harus jelas. A adalah A, B adalah B. Jangan campur aduk. Kalau mau belajar, belajar dengan sungguh-sungguh; kalau mau bermain, bermainlah dengan puas. Kebiasaan memiliki batasan yang jelas seperti ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga sangat bermanfaat untuk fokus seseorang, mental, bahkan pertumbuhan kemampuan jangka panjang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Banyak orang mengira bahwa kecerdasan berarti terus-menerus berjuang, terus berpikir, dan tidak pernah santai. Tapi sebenarnya, rahasia kecerdasan sejati justru sebaliknya. Begini: pertama-tama fokuslah secara tinggi, sampai ke tingkat maksimal; jika benar-benar tidak bisa memikirkan solusi, lepaskan sepenuhnya dan lakukan hal yang sama sekali tidak terkait. Dengan kata lain, sebelumnya kamu harus berusaha keras menggunakan otak, menaruh seluruh kesadaran ke dalamnya; setelah itu, dengan tegas dan cepat, lepaskan dan kosongkan pikiran dari hal tersebut. Hanya dengan cara ini, inspirasi paling mudah muncul.
Semua orang pasti pernah mendengar cerita tentang Archimedes. Dia ingin menentukan apakah mahkota itu asli atau palsu, dan berpikir cukup lama, tapi tidak mendapatkan petunjuk sama sekali. Akhirnya dia berhenti berpikir, lalu pergi ke kamar mandi umum untuk mandi. Dan tepat saat dia duduk di bak mandi, melihat air meluap, tiba-tiba inspirasi datang—masalah pun terpecahkan.
Sebenarnya, banyak penemuan ilmiah dan terobosan penting dalam pemikiran terjadi seperti ini: bukan saat seseorang berusaha keras memikirkan, melainkan saat perhatian mereka sudah beralih dan mereka sedang memikirkan hal lain, tiba-tiba muncul. Jadi, apa keadaan belajar dan bekerja yang benar-benar efisien? Sangat sederhana: saat melakukan satu hal, fokuslah hanya pada hal itu. Saat belajar, belajar dengan sungguh-sungguh; saat bermain, bermainlah dengan sepenuh hati.
Apa yang paling ditakuti? Saat kamu belajar, malah memikirkan nanti akan bermain; saat bermain, malah teringat hal yang belum selesai dipelajari. Dengan begitu, keduanya tidak berjalan dengan baik. Keterlibatan kesadaran tidak cukup dalam, dan bawah sadar pun tidak bisa mengambil alih pekerjaan. Jadi, batasan harus jelas. A adalah A, B adalah B. Jangan campur aduk. Kalau mau belajar, belajar dengan sungguh-sungguh; kalau mau bermain, bermainlah dengan puas. Kebiasaan memiliki batasan yang jelas seperti ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga sangat bermanfaat untuk fokus seseorang, mental, bahkan pertumbuhan kemampuan jangka panjang.