Akhir tahun, kelompok penipuan memang sedang beraksi, berpikir untuk memanfaatkan kekacauan demi meningkatkan kinerja mereka. Baru saja bangun pagi, penipu sudah mulai berbuat onar di grup Telegram—langsung mengaku sebagai salah satu pengguna untuk menipu. Strategi ini sangat kejam, setelah dipikir-pikir, alasan penipu sebenarnya cukup "cerdas": mengklaim kehilangan satu ponsel, siapa yang tidak pernah lupa atau kehilangan sesuatu, kan? Mereka sendiri juga menggunakan dua ponsel, jadi lupa membawa satu ponsel adalah hal yang biasa. Pola penipuan ini sangat mengandalkan empati orang, sehingga mudah membuat orang lengah dan menurunkan pertahanan.
Namun, semakin tampak masuk akal alasan yang mereka berikan, semakin besar kemungkinan ada jebakan di baliknya. Jika kalian di komunitas bertemu orang asing yang mengaku perlu bantuan mendesak, transfer aset, verifikasi akun, dan sebagainya, tenang dulu sebentar. Periksa lebih banyak, kirim lebih sedikit transfer, itulah aturan agar bisa bertahan lebih lama di dunia kripto. Siapa tahu di ujung layar sana adalah teman sejati atau penipu?
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
7 Suka
Hadiah
7
1
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
AlgoAlchemist
· 10jam yang lalu
Sial, lagi-lagi trik ini? Pura-pura identitas itu sudah klise banget, yang penting masih ada orang yang tertipu, aku nggak ngerti aja
Akhir tahun ini orang-orang ini bener-bener nggak punya pilihan lain, berani main segala macam trik
Alasan kehilangan ponsel terus mau tipu-tipu transfer? Jelas saja mereka sudah mengandalkan kebaikan hati kita, nggak bisa diwaspadai
Di dunia kripto ini, hati orang sangat rumit, harus selalu waspada dan tegang, teman-teman
Lebih baik verifikasi dulu, transfer sedikit-sedikit, aku harus ingat ini di otak
Siapa sih yang tahu siapa di ujung lain Telegram, pokoknya aku nggak akan sembarangan transfer uang
Di zaman sekarang ini, dibandingkan dengan geng penipuan, aku malah lebih takut diri sendiri yang kelembutan hati
Sudah terbiasa mati rasa, setiap hari lihat orang tertipu, pola penipuannya makin lama makin aneh
Sejujurnya, harus lebih dingin biar bisa bertahan lama
Akhir tahun, kelompok penipuan memang sedang beraksi, berpikir untuk memanfaatkan kekacauan demi meningkatkan kinerja mereka. Baru saja bangun pagi, penipu sudah mulai berbuat onar di grup Telegram—langsung mengaku sebagai salah satu pengguna untuk menipu. Strategi ini sangat kejam, setelah dipikir-pikir, alasan penipu sebenarnya cukup "cerdas": mengklaim kehilangan satu ponsel, siapa yang tidak pernah lupa atau kehilangan sesuatu, kan? Mereka sendiri juga menggunakan dua ponsel, jadi lupa membawa satu ponsel adalah hal yang biasa. Pola penipuan ini sangat mengandalkan empati orang, sehingga mudah membuat orang lengah dan menurunkan pertahanan.
Namun, semakin tampak masuk akal alasan yang mereka berikan, semakin besar kemungkinan ada jebakan di baliknya. Jika kalian di komunitas bertemu orang asing yang mengaku perlu bantuan mendesak, transfer aset, verifikasi akun, dan sebagainya, tenang dulu sebentar. Periksa lebih banyak, kirim lebih sedikit transfer, itulah aturan agar bisa bertahan lebih lama di dunia kripto. Siapa tahu di ujung layar sana adalah teman sejati atau penipu?