Banyak orang mendengar bahwa Buffett menganjurkan pemilihan saham berdasarkan ROE, lalu langsung mencari saham dengan ROE tertinggi. Tapi ada satu jebakan—ROE bukan semakin tinggi semakin baik, malah ROE yang sangat tinggi sering menyembunyikan risiko gelembung.
Apa sebenarnya yang diukur oleh ROE
Return on Equity (ROE) pada dasarnya adalah laba bersih ÷ ekuitas bersih, digunakan untuk melihat berapa banyak uang yang diperoleh perusahaan dari modal sendiri. Jika sebuah perusahaan memiliki ekuitas 1000 yuan dan laba 200 yuan, ROE-nya adalah 20%. Secara teori, angka yang lebih tinggi menunjukkan efisiensi operasional yang lebih baik.
Tapi masalahnya, banyak investor hanya melihat angka permukaannya saja, tanpa memahami struktur matematis ROE. Dengan rumus yang dimodifikasi, menjadi jelas: ROE = PB ÷ PE (di mana PB adalah rasio harga terhadap nilai buku, PE adalah rasio harga terhadap laba).
Ini berarti, jika PE tetap konstan, kenaikan ROE hanya bisa didapat dari kenaikan PB—yaitu, harga saham relatif terhadap nilai buku semakin tinggi. Ketika PB melebihi 5 kali bahkan 10 kali, ROE yang tinggi sebenarnya mencerminkan gelembung valuasi, bukan kemampuan operasional.
3 jebakan utama dari ROE yang tinggi
Jebakan 1: Kemakmuran palsu yang sulit dipertahankan
Sebuah saham dengan PE hanya 10 kali dan PB mencapai 5 kali, ROE-nya bisa mencapai 50%. Tapi kombinasi ekstrem ini sulit dipertahankan dalam jangka panjang. Naik dari 2% ke 4% ROE relatif mudah, tapi dari 20% ke 40% jauh lebih sulit—karena ROE yang tinggi akan menarik pesaing masuk, dan persaingan yang meningkat pasti menekan margin keuntungan.
Jebakan 2: Risiko gelembung
ROE yang terlalu tinggi sering kali menandakan bahwa pasar sudah terlalu tinggi dalam menaruh harapan pada perusahaan ini. Jika harapan tidak terpenuhi, harga saham bisa koreksi besar. Selain itu, perusahaan yang tidak memiliki keunggulan kompetitif utama mudah diserang oleh pendatang baru, dan ROE tinggi yang dulu ada bisa tiba-tiba runtuh.
Jebakan 3: Ruang pertumbuhan terbatas
ROE sudah berada di posisi tertinggi dalam sejarah, artinya potensi peningkatan di masa depan terbatas. Imbal hasil investasi berasal dari perbaikan fundamental dan kenaikan valuasi secara bersamaan. Jika ROE sudah mencapai plafon, satu-satunya harapan adalah ekspansi valuasi—yang tentu saja berisiko.
Bagaimana menggunakan ROE untuk memilih saham dengan benar
Langkah pertama: Tetapkan rentang ROE yang wajar
Bukan semakin tinggi semakin baik, melainkan ROE 15%-25% adalah yang paling aman. Rentang ini menunjukkan efisiensi operasional perusahaan, masih menyisakan ruang pertumbuhan, dan valuasi relatif rasional.
Langkah kedua: Perhatikan data 5 tahun terakhir
ROE satu tahun saja tidak cukup. Perlu melihat tren selama 5 tahun terakhir—ROE yang stabil dan meningkat berturut-turut adalah sinyal positif, menunjukkan kemampuan menghasilkan uang perusahaan yang terus meningkat, bukan sekadar keberuntungan sesaat.
Langkah ketiga: Bandingkan dengan PB dan PE
Jangan hanya fokus pada ROE, tapi juga perhatikan apakah PB dan PE perusahaan tersebut masuk akal. ROE tinggi yang didukung oleh PE dan PB yang moderat adalah peluang nyata. Sebaliknya, jika PE sudah sangat tinggi dan ROE tetap tinggi, itu berarti Anda sedang membeli gelembung.
Perbedaan ROE, ROA, dan ROI
Dalam analisis investasi, ada tiga indikator yang sering membingungkan:
ROE (Return on Equity) = Laba bersih ÷ ekuitas, mengukur pengembalian modal dari pemegang saham
ROA (Return on Assets) = Laba bersih ÷ total aset, mengukur efisiensi penggunaan seluruh aset perusahaan, termasuk utang
ROI (Return on Investment) = laba tahunan ÷ total investasi × 100%, pengukuran pengembalian investasi secara umum, sering mengabaikan biaya waktu dan risiko
Singkatnya: ROE melihat keuntungan bagi pemegang saham, ROA melihat efisiensi aset perusahaan secara keseluruhan, ROI adalah perkiraan kasar pengembalian investasi.
Daftar saham dengan ROE tertinggi di pasar 2023
Top 5 ROE di pasar Taiwan
Kode Saham
Nama Perusahaan
ROE
Kapitalisasi (miliar TWD)
8080
Wynn Resorts
167.07%
2.48
6409
Axcelis
68.27%
1360.1
5278
Shangfan
60.83%
39.16
1218
Tatung
59.99%
131.75
3443
Creative
59.55%
1768.96
Top 5 ROE di pasar AS
Kode Saham
Nama Perusahaan
ROE
Kapitalisasi (miliar USD)
TZOO
Travelzoo
55283.3%
1.12
CLBT
Cellebrite
44830.5%
14.4
ABC
AmerisourceBergen
28805.8%
377.4
MSI
Motorola Solutions
3586.8%
470.3
GPP
Green Plains Partners
2609.7%
3.12
Top 5 ROE di pasar Hong Kong
Kode Saham
Nama Perusahaan
ROE
Kapitalisasi (juta HKD)
02306
Lok Wah Entertainment
1568.7%
43.59
00526
Lisi Group Holdings
259.7%
3.54
02340
Shengbo Holdings
239.2%
1.04
00653
Joyy Holdings
211.4%
2.63
00331
Fusheng Life Services
204.9%
26.64
Catatan: Data per Agustus 2023. ROE yang ekstrem ini perlu diwaspadai—kemungkinan disebabkan oleh kapitalisasi pasar kecil yang menyebabkan volatilitas tinggi, atau perusahaan sedang dalam masa transisi.
Saran investasi terakhir
ROE memang indikator utama untuk menilai kualitas perusahaan, tapi harus digunakan dengan benar. Jangan terbuai oleh angka tunggal, lihat tren jangka panjang, rentang yang wajar, dan kecocokan valuasi. Saham yang paling ideal dipilih adalah yang: ROE stabil di 15%-25%, tren meningkat selama 5 tahun terakhir, dan PE serta PB berada di level menengah industri.
Gabungkan dengan indikator fundamental lain, patuhi strategi investasi Anda, itu adalah kunci investasi yang sebenarnya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Apakah memilih saham berdasarkan ROE yang lebih tinggi benar-benar lebih baik? 3 Kesalahan paling umum yang dilakukan investor
Banyak orang mendengar bahwa Buffett menganjurkan pemilihan saham berdasarkan ROE, lalu langsung mencari saham dengan ROE tertinggi. Tapi ada satu jebakan—ROE bukan semakin tinggi semakin baik, malah ROE yang sangat tinggi sering menyembunyikan risiko gelembung.
Apa sebenarnya yang diukur oleh ROE
Return on Equity (ROE) pada dasarnya adalah laba bersih ÷ ekuitas bersih, digunakan untuk melihat berapa banyak uang yang diperoleh perusahaan dari modal sendiri. Jika sebuah perusahaan memiliki ekuitas 1000 yuan dan laba 200 yuan, ROE-nya adalah 20%. Secara teori, angka yang lebih tinggi menunjukkan efisiensi operasional yang lebih baik.
Tapi masalahnya, banyak investor hanya melihat angka permukaannya saja, tanpa memahami struktur matematis ROE. Dengan rumus yang dimodifikasi, menjadi jelas: ROE = PB ÷ PE (di mana PB adalah rasio harga terhadap nilai buku, PE adalah rasio harga terhadap laba).
Ini berarti, jika PE tetap konstan, kenaikan ROE hanya bisa didapat dari kenaikan PB—yaitu, harga saham relatif terhadap nilai buku semakin tinggi. Ketika PB melebihi 5 kali bahkan 10 kali, ROE yang tinggi sebenarnya mencerminkan gelembung valuasi, bukan kemampuan operasional.
3 jebakan utama dari ROE yang tinggi
Jebakan 1: Kemakmuran palsu yang sulit dipertahankan
Sebuah saham dengan PE hanya 10 kali dan PB mencapai 5 kali, ROE-nya bisa mencapai 50%. Tapi kombinasi ekstrem ini sulit dipertahankan dalam jangka panjang. Naik dari 2% ke 4% ROE relatif mudah, tapi dari 20% ke 40% jauh lebih sulit—karena ROE yang tinggi akan menarik pesaing masuk, dan persaingan yang meningkat pasti menekan margin keuntungan.
Jebakan 2: Risiko gelembung
ROE yang terlalu tinggi sering kali menandakan bahwa pasar sudah terlalu tinggi dalam menaruh harapan pada perusahaan ini. Jika harapan tidak terpenuhi, harga saham bisa koreksi besar. Selain itu, perusahaan yang tidak memiliki keunggulan kompetitif utama mudah diserang oleh pendatang baru, dan ROE tinggi yang dulu ada bisa tiba-tiba runtuh.
Jebakan 3: Ruang pertumbuhan terbatas
ROE sudah berada di posisi tertinggi dalam sejarah, artinya potensi peningkatan di masa depan terbatas. Imbal hasil investasi berasal dari perbaikan fundamental dan kenaikan valuasi secara bersamaan. Jika ROE sudah mencapai plafon, satu-satunya harapan adalah ekspansi valuasi—yang tentu saja berisiko.
Bagaimana menggunakan ROE untuk memilih saham dengan benar
Langkah pertama: Tetapkan rentang ROE yang wajar
Bukan semakin tinggi semakin baik, melainkan ROE 15%-25% adalah yang paling aman. Rentang ini menunjukkan efisiensi operasional perusahaan, masih menyisakan ruang pertumbuhan, dan valuasi relatif rasional.
Langkah kedua: Perhatikan data 5 tahun terakhir
ROE satu tahun saja tidak cukup. Perlu melihat tren selama 5 tahun terakhir—ROE yang stabil dan meningkat berturut-turut adalah sinyal positif, menunjukkan kemampuan menghasilkan uang perusahaan yang terus meningkat, bukan sekadar keberuntungan sesaat.
Langkah ketiga: Bandingkan dengan PB dan PE
Jangan hanya fokus pada ROE, tapi juga perhatikan apakah PB dan PE perusahaan tersebut masuk akal. ROE tinggi yang didukung oleh PE dan PB yang moderat adalah peluang nyata. Sebaliknya, jika PE sudah sangat tinggi dan ROE tetap tinggi, itu berarti Anda sedang membeli gelembung.
Perbedaan ROE, ROA, dan ROI
Dalam analisis investasi, ada tiga indikator yang sering membingungkan:
Singkatnya: ROE melihat keuntungan bagi pemegang saham, ROA melihat efisiensi aset perusahaan secara keseluruhan, ROI adalah perkiraan kasar pengembalian investasi.
Daftar saham dengan ROE tertinggi di pasar 2023
Top 5 ROE di pasar Taiwan
Top 5 ROE di pasar AS
Top 5 ROE di pasar Hong Kong
Catatan: Data per Agustus 2023. ROE yang ekstrem ini perlu diwaspadai—kemungkinan disebabkan oleh kapitalisasi pasar kecil yang menyebabkan volatilitas tinggi, atau perusahaan sedang dalam masa transisi.
Saran investasi terakhir
ROE memang indikator utama untuk menilai kualitas perusahaan, tapi harus digunakan dengan benar. Jangan terbuai oleh angka tunggal, lihat tren jangka panjang, rentang yang wajar, dan kecocokan valuasi. Saham yang paling ideal dipilih adalah yang: ROE stabil di 15%-25%, tren meningkat selama 5 tahun terakhir, dan PE serta PB berada di level menengah industri.
Gabungkan dengan indikator fundamental lain, patuhi strategi investasi Anda, itu adalah kunci investasi yang sebenarnya.