NAV: Angka yang Mengendalikan Harga Beli Jual Unit Reksa Dana Anda
Untuk investor yang baru memulai dengan reksa dana atau ETF, mungkin bertanya-tanya apa itu NAV atau Net Asset Value (nilai total aset sesuai harga pasar) dan mengapa hal ini penting. Sebenarnya, NAV bukan hanya angka biasa, tetapi merupakan alat yang menentukan harga beli jual unit investasi Anda setiap hari. Jika Anda memahami NAV dengan baik, Anda akan dapat membuat keputusan investasi yang lebih tajam.
NAV Dihitung Dari Apa
NAV dari reksa dana dihitung dengan mengambil (nilai semua aset yang dinilai berdasarkan harga pasar saat ini), ditambah keuntungan terkumpul dan kas, lalu dikurangi biaya dan kewajiban dana. Hasil ini diperbarui setiap hari, yang disebut “Mark to Market” — yaitu penilaian aset berdasarkan harga penutupan pasar hari itu.
Ketika NAV dibagi dengan jumlah unit investasi total, Anda akan mendapatkan NAV per unit — angka ini adalah harga yang digunakan untuk membeli dan menjual unit investasi Anda.
Contoh nyata: Misalnya, reksa dana Z memiliki properti senilai 10 juta baht, ditambah 1.000 saham (harga penutupan per saham 1.000 baht), tanpa kewajiban. Totalnya adalah 11 juta baht. Jika dana ini menerbitkan 200.000 unit, maka NAV per unit adalah 55 baht.
Bagaimana NAV Berbeda dari Harga Saham?
Mari kita periksa perbedaan yang jelas: Harga saham ditentukan oleh tawar-menawar antara pembeli dan penjual di pasar saham yang bergantung pada permintaan dan penawaran saham tersebut saat itu. Sedangkan NAV per unit adalah nilai yang mencerminkan aset nyata yang dimiliki dana tersebut, lebih mirip dengan nilai buku per saham (Book Value Per Share).
Artinya: saham bisa memiliki harga lebih tinggi atau lebih rendah dari nilai sebenarnya, tetapi NAV per unit menunjukkan nilai umum dari aset yang Anda miliki.
Bagaimana Kenaikan atau Penurunan NAV Mempengaruhi Keuntungan Anda?
Jika aset yang dimiliki dana meningkat (harga saham atau properti meningkat nilainya), maka NAV per unit juga akan naik, yang berarti investor yang telah memegang unit sebelum itu akan mendapatkan keuntungan. Sebaliknya, jika aset menurun, NAV juga akan turun bersamaan dengan keuntungan Anda.
Menggunakan NAV untuk Menilai Kinerja Dana
Investor akan melihat bahwa NAV per unit yang meningkat seiring waktu adalah sinyal yang baik, terutama jika dibandingkan dengan dana lain yang memiliki kebijakan dan aset serupa. Jika dana A memiliki pertumbuhan NAV yang lebih baik daripada dana B, itu menunjukkan bahwa dana A dikelola dengan lebih baik.
Sebaliknya, dana yang memiliki NAV stabil atau tumbuh perlahan mungkin menjadi tanda peringatan bahwa pengelolaannya tidak cukup baik atau aset yang dipilih tidak tepat.
Peringatan Penting Saat Mempertimbangkan NAV
Poin pertama: NAV per unit yang Anda lihat saat ini adalah harga hari sebelumnya. Harga beli jual sebenarnya hanya akan diketahui setelah hari berakhir, sehingga investor tidak dapat mengetahui harga pasti sebelum mengirimkan perintah.
Poin kedua: NAV per unit yang tinggi tidak berarti dana tersebut mahal. NAV tinggi bisa terjadi karena nilai aset yang sebenarnya tinggi atau karena jumlah unit yang diterbitkan sedikit. Jadi, jangan hanya memutuskan investasi berdasarkan NAV yang tinggi atau rendah saja. Pelajari kualitas aset, kebijakan investasi, dan kondisi investasi secara bersamaan.
Poin ketiga: Beberapa jenis dana, seperti dana properti dengan hak sewa (Leasehold), mungkin mengalami penurunan NAV secara bertahap hingga mencapai nol saat masa kontrak berakhir. Investor harus menyadari risiko ini.
Kesimpulan
NAV adalah angka penting yang mengendalikan harga beli jual unit investasi dan secara langsung mempengaruhi keuntungan Anda. Memahami dari mana NAV dihitung dan mengapa nilainya berubah akan membantu Anda membuat keputusan investasi yang lebih baik. Jangan lupa bahwa NAV per unit hanyalah salah satu aspek analisis; Anda harus mempertimbangkan faktor lain agar dapat memilih dana dengan bijak.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Investor dana harus tahu: Apa itu NAV dan mengapa hal itu mempengaruhi keuntungan Anda
NAV: Angka yang Mengendalikan Harga Beli Jual Unit Reksa Dana Anda
Untuk investor yang baru memulai dengan reksa dana atau ETF, mungkin bertanya-tanya apa itu NAV atau Net Asset Value (nilai total aset sesuai harga pasar) dan mengapa hal ini penting. Sebenarnya, NAV bukan hanya angka biasa, tetapi merupakan alat yang menentukan harga beli jual unit investasi Anda setiap hari. Jika Anda memahami NAV dengan baik, Anda akan dapat membuat keputusan investasi yang lebih tajam.
NAV Dihitung Dari Apa
NAV dari reksa dana dihitung dengan mengambil (nilai semua aset yang dinilai berdasarkan harga pasar saat ini), ditambah keuntungan terkumpul dan kas, lalu dikurangi biaya dan kewajiban dana. Hasil ini diperbarui setiap hari, yang disebut “Mark to Market” — yaitu penilaian aset berdasarkan harga penutupan pasar hari itu.
Ketika NAV dibagi dengan jumlah unit investasi total, Anda akan mendapatkan NAV per unit — angka ini adalah harga yang digunakan untuk membeli dan menjual unit investasi Anda.
Contoh nyata: Misalnya, reksa dana Z memiliki properti senilai 10 juta baht, ditambah 1.000 saham (harga penutupan per saham 1.000 baht), tanpa kewajiban. Totalnya adalah 11 juta baht. Jika dana ini menerbitkan 200.000 unit, maka NAV per unit adalah 55 baht.
Bagaimana NAV Berbeda dari Harga Saham?
Mari kita periksa perbedaan yang jelas: Harga saham ditentukan oleh tawar-menawar antara pembeli dan penjual di pasar saham yang bergantung pada permintaan dan penawaran saham tersebut saat itu. Sedangkan NAV per unit adalah nilai yang mencerminkan aset nyata yang dimiliki dana tersebut, lebih mirip dengan nilai buku per saham (Book Value Per Share).
Artinya: saham bisa memiliki harga lebih tinggi atau lebih rendah dari nilai sebenarnya, tetapi NAV per unit menunjukkan nilai umum dari aset yang Anda miliki.
Bagaimana Kenaikan atau Penurunan NAV Mempengaruhi Keuntungan Anda?
Jika aset yang dimiliki dana meningkat (harga saham atau properti meningkat nilainya), maka NAV per unit juga akan naik, yang berarti investor yang telah memegang unit sebelum itu akan mendapatkan keuntungan. Sebaliknya, jika aset menurun, NAV juga akan turun bersamaan dengan keuntungan Anda.
Menggunakan NAV untuk Menilai Kinerja Dana
Investor akan melihat bahwa NAV per unit yang meningkat seiring waktu adalah sinyal yang baik, terutama jika dibandingkan dengan dana lain yang memiliki kebijakan dan aset serupa. Jika dana A memiliki pertumbuhan NAV yang lebih baik daripada dana B, itu menunjukkan bahwa dana A dikelola dengan lebih baik.
Sebaliknya, dana yang memiliki NAV stabil atau tumbuh perlahan mungkin menjadi tanda peringatan bahwa pengelolaannya tidak cukup baik atau aset yang dipilih tidak tepat.
Peringatan Penting Saat Mempertimbangkan NAV
Poin pertama: NAV per unit yang Anda lihat saat ini adalah harga hari sebelumnya. Harga beli jual sebenarnya hanya akan diketahui setelah hari berakhir, sehingga investor tidak dapat mengetahui harga pasti sebelum mengirimkan perintah.
Poin kedua: NAV per unit yang tinggi tidak berarti dana tersebut mahal. NAV tinggi bisa terjadi karena nilai aset yang sebenarnya tinggi atau karena jumlah unit yang diterbitkan sedikit. Jadi, jangan hanya memutuskan investasi berdasarkan NAV yang tinggi atau rendah saja. Pelajari kualitas aset, kebijakan investasi, dan kondisi investasi secara bersamaan.
Poin ketiga: Beberapa jenis dana, seperti dana properti dengan hak sewa (Leasehold), mungkin mengalami penurunan NAV secara bertahap hingga mencapai nol saat masa kontrak berakhir. Investor harus menyadari risiko ini.
Kesimpulan
NAV adalah angka penting yang mengendalikan harga beli jual unit investasi dan secara langsung mempengaruhi keuntungan Anda. Memahami dari mana NAV dihitung dan mengapa nilainya berubah akan membantu Anda membuat keputusan investasi yang lebih baik. Jangan lupa bahwa NAV per unit hanyalah salah satu aspek analisis; Anda harus mempertimbangkan faktor lain agar dapat memilih dana dengan bijak.