Sharp Ratio adalah alat ukur nilai investasi sebenarnya
Ketika akan memutuskan memilih dana atau instrumen keuangan tertentu, banyak orang cenderung hanya melihat angka hasil pengembalian saja. Melihat hasil pengembalian 20% langsung tertarik, tanpa tahu seberapa besar risiko yang tersembunyi di balik angka tersebut. Di sinilah Sharpe Ratio berperan. Ini adalah indikator keuangan yang membantu Anda melihat gambaran sebenarnya apakah hasil pengembalian yang Anda terima sepadan dengan risiko yang Anda tanggung.
Cobalah berpikir sederhana, jika Anda harus memilih antara susu murah tapi mendapatkan 1 kotak, atau susu mahal tapi mendapatkan 5 kotak, Anda ingin tahu berapa harga per kotaknya agar tetap menguntungkan. Sharpe Ratio melakukan fungsi yang sama, hanya saja membandingkan antar instrumen keuangan dan melihat mana yang memberikan hasil terbaik dibandingkan risiko yang harus ditanggung.
Dana A vs B, mana yang benar-benar layak investasi
Misalnya tahun ini, dana A memberikan hasil pengembalian 20% per tahun, dana B memberikan 10% per tahun. Pada pandangan pertama, kebanyakan orang pasti memilih A karena angka lebih besar. Tapi itu bisa jadi pilihan yang salah.
Agar lebih nyata, mari hitung Sharpe Ratio-nya.
Rumus: Sharpe Ratio = (Hasil pengembalian - Tingkat pengembalian tanpa risiko) ÷ Standar deviasi
Dalam kasus ini:
Hasil pengembalian = hasil dari dana yang dipertimbangkan
Tingkat pengembalian tanpa risiko = 5% (misalnya, suku bunga deposito bank)
Standar deviasi = volatilitas hasil pengembalian
Dana A: volatilitas 20%
Sharpe Ratio = (20% - 5%) ÷ 20% = 0.75
Dana B: volatilitas 10%
Sharpe Ratio = (10% - 5%) ÷ 10% = 0.50
Hasilnya! Dana A memiliki Sharpe Ratio 0.75, lebih tinggi dari Dana B yang 0.50. Ini menunjukkan bahwa Dana A memberikan hasil yang lebih sepadan dibandingkan risiko yang harus dihadapi investor.
Tapi, dari mana saja bisa melihat Sharpe Ratio
Kabar baiknya, Anda tidak perlu menghitung sendiri. Penyedia reksa dana dan instrumen keuangan mayoritas sudah mempublikasikan nilai Sharpe Ratio. Di situs resmi mereka, di bagian data kinerja, Anda bisa langsung melihatnya. Jika dana tertentu tidak memiliki data ini, Anda bisa menghitung sendiri menggunakan rumus yang sudah dijelaskan.
Berapa nilai Sharpe Ratio yang dianggap baik
Secara umum, Sharpe Ratio yang baik harus lebih dari 1. Artinya, dana atau instrumen keuangan tersebut memberikan pengembalian lebih dari risiko yang diambil, lebih dari 1% per tahun.
Tapi ingat, Sharpe Ratio tinggi tidak selalu berarti lebih baik. Sharpe Ratio rendah juga tidak berarti buruk. Semuanya tergantung pada tingkat risiko yang Anda bersedia tanggung. Investor berusia tua yang risiko rendah sebaiknya mencari dana dengan Sharpe Ratio tidak terlalu tinggi, tetapi risiko juga rendah.
Mengapa Sharpe Ratio penting bagi investor
1. Membandingkan instrumen keuangan secara adil
Bayangkan Anda harus memilih di antara tiga dana sekaligus, masing-masing dengan hasil berbeda. Hanya melihat angka pengembalian bisa membingungkan. Sharpe Ratio membantu Anda membandingkan angka-angka tersebut secara setara, lebih akurat daripada hanya melihat angka pengembalian saja.
2. Mengukur kemampuan manajer dana yang sebenarnya
Manajer dana yang kompeten tidak hanya menciptakan hasil tinggi, tetapi juga mengelola agar hasil tersebut didapatkan dengan risiko yang lebih rendah. Jadi, Sharpe Ratio yang tinggi bisa menjadi bukti bahwa manajer tersebut benar-benar paham dan mampu mengelola risiko.
3. Membuat keputusan dengan dasar yang jelas
Alih-alih berinvestasi berdasarkan emosi atau pengaruh orang lain, dengan Sharpe Ratio Anda memiliki angka yang menjadi dasar pengambilan keputusan. Seperti memiliki peta daripada berjalan tanpa arah di hutan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan Sharpe Ratio
Nilai Sharpe Ratio adalah data masa lalu
Ini adalah kelemahan utama. Sharpe Ratio yang Anda lihat hari ini hanya menunjukkan kinerja masa lalu. Tidak menjamin bahwa masa depan akan sama. Dana bisa saja berbalik arah, atau disarankan untuk berinvestasi di aset baru. Oleh karena itu, Anda harus selalu memantau secara berkala.
Hanya mengukur sebagian risiko saja
Risiko tidak hanya volatilitas harga (standar deviasi). Ada risiko likuiditas, risiko ekonomi, risiko kredit, dan lain-lain. Sharpe Ratio tidak bisa melihat semua ini. Oleh karena itu, investor harus belajar dan memahami risiko lain juga.
Bisa salah paham terhadap dana berisiko tinggi
Sharpe Ratio yang tinggi tidak selalu berarti risiko rendah. Beberapa dana dengan Sharpe Ratio tinggi mungkin berasal dari risiko yang sangat tinggi, bahkan seperti “bermain api”. Jika Anda tidak nyaman dengan risiko, jangan memaksakan diri.
Ringkasan singkat tentang apa itu Sharp Ratio
Sharp Ratio adalah alat untuk membuat keputusan investasi secara rasional. Memberitahu Anda seberapa sepadan hasil yang dijanjikan oleh dana atau instrumen keuangan dibandingkan risiko yang harus ditanggung.
Cara menghitungnya cukup sederhana, hanya dengan (hasil pengembalian - suku bunga dasar) ÷ volatilitas. Jika Anda mengingat satuan ini, Anda sudah bisa menganalisis dana secara logis.
Semakin tinggi Sharpe Ratio, semakin besar potensi keuntungan dari investasi tersebut. Tapi ingat, ini hanyalah alat bantu pengambilan keputusan. Selalu pertimbangkan faktor lain agar investasi Anda aman dan masuk akal.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Mengapa Rasio Sharpe menjadi indikator yang harus diketahui oleh investor
Sharp Ratio adalah alat ukur nilai investasi sebenarnya
Ketika akan memutuskan memilih dana atau instrumen keuangan tertentu, banyak orang cenderung hanya melihat angka hasil pengembalian saja. Melihat hasil pengembalian 20% langsung tertarik, tanpa tahu seberapa besar risiko yang tersembunyi di balik angka tersebut. Di sinilah Sharpe Ratio berperan. Ini adalah indikator keuangan yang membantu Anda melihat gambaran sebenarnya apakah hasil pengembalian yang Anda terima sepadan dengan risiko yang Anda tanggung.
Cobalah berpikir sederhana, jika Anda harus memilih antara susu murah tapi mendapatkan 1 kotak, atau susu mahal tapi mendapatkan 5 kotak, Anda ingin tahu berapa harga per kotaknya agar tetap menguntungkan. Sharpe Ratio melakukan fungsi yang sama, hanya saja membandingkan antar instrumen keuangan dan melihat mana yang memberikan hasil terbaik dibandingkan risiko yang harus ditanggung.
Dana A vs B, mana yang benar-benar layak investasi
Misalnya tahun ini, dana A memberikan hasil pengembalian 20% per tahun, dana B memberikan 10% per tahun. Pada pandangan pertama, kebanyakan orang pasti memilih A karena angka lebih besar. Tapi itu bisa jadi pilihan yang salah.
Agar lebih nyata, mari hitung Sharpe Ratio-nya.
Rumus: Sharpe Ratio = (Hasil pengembalian - Tingkat pengembalian tanpa risiko) ÷ Standar deviasi
Dalam kasus ini:
Dana A: volatilitas 20% Sharpe Ratio = (20% - 5%) ÷ 20% = 0.75
Dana B: volatilitas 10% Sharpe Ratio = (10% - 5%) ÷ 10% = 0.50
Hasilnya! Dana A memiliki Sharpe Ratio 0.75, lebih tinggi dari Dana B yang 0.50. Ini menunjukkan bahwa Dana A memberikan hasil yang lebih sepadan dibandingkan risiko yang harus dihadapi investor.
Tapi, dari mana saja bisa melihat Sharpe Ratio
Kabar baiknya, Anda tidak perlu menghitung sendiri. Penyedia reksa dana dan instrumen keuangan mayoritas sudah mempublikasikan nilai Sharpe Ratio. Di situs resmi mereka, di bagian data kinerja, Anda bisa langsung melihatnya. Jika dana tertentu tidak memiliki data ini, Anda bisa menghitung sendiri menggunakan rumus yang sudah dijelaskan.
Berapa nilai Sharpe Ratio yang dianggap baik
Secara umum, Sharpe Ratio yang baik harus lebih dari 1. Artinya, dana atau instrumen keuangan tersebut memberikan pengembalian lebih dari risiko yang diambil, lebih dari 1% per tahun.
Tapi ingat, Sharpe Ratio tinggi tidak selalu berarti lebih baik. Sharpe Ratio rendah juga tidak berarti buruk. Semuanya tergantung pada tingkat risiko yang Anda bersedia tanggung. Investor berusia tua yang risiko rendah sebaiknya mencari dana dengan Sharpe Ratio tidak terlalu tinggi, tetapi risiko juga rendah.
Mengapa Sharpe Ratio penting bagi investor
1. Membandingkan instrumen keuangan secara adil
Bayangkan Anda harus memilih di antara tiga dana sekaligus, masing-masing dengan hasil berbeda. Hanya melihat angka pengembalian bisa membingungkan. Sharpe Ratio membantu Anda membandingkan angka-angka tersebut secara setara, lebih akurat daripada hanya melihat angka pengembalian saja.
2. Mengukur kemampuan manajer dana yang sebenarnya
Manajer dana yang kompeten tidak hanya menciptakan hasil tinggi, tetapi juga mengelola agar hasil tersebut didapatkan dengan risiko yang lebih rendah. Jadi, Sharpe Ratio yang tinggi bisa menjadi bukti bahwa manajer tersebut benar-benar paham dan mampu mengelola risiko.
3. Membuat keputusan dengan dasar yang jelas
Alih-alih berinvestasi berdasarkan emosi atau pengaruh orang lain, dengan Sharpe Ratio Anda memiliki angka yang menjadi dasar pengambilan keputusan. Seperti memiliki peta daripada berjalan tanpa arah di hutan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan Sharpe Ratio
Nilai Sharpe Ratio adalah data masa lalu
Ini adalah kelemahan utama. Sharpe Ratio yang Anda lihat hari ini hanya menunjukkan kinerja masa lalu. Tidak menjamin bahwa masa depan akan sama. Dana bisa saja berbalik arah, atau disarankan untuk berinvestasi di aset baru. Oleh karena itu, Anda harus selalu memantau secara berkala.
Hanya mengukur sebagian risiko saja
Risiko tidak hanya volatilitas harga (standar deviasi). Ada risiko likuiditas, risiko ekonomi, risiko kredit, dan lain-lain. Sharpe Ratio tidak bisa melihat semua ini. Oleh karena itu, investor harus belajar dan memahami risiko lain juga.
Bisa salah paham terhadap dana berisiko tinggi
Sharpe Ratio yang tinggi tidak selalu berarti risiko rendah. Beberapa dana dengan Sharpe Ratio tinggi mungkin berasal dari risiko yang sangat tinggi, bahkan seperti “bermain api”. Jika Anda tidak nyaman dengan risiko, jangan memaksakan diri.
Ringkasan singkat tentang apa itu Sharp Ratio
Sharp Ratio adalah alat untuk membuat keputusan investasi secara rasional. Memberitahu Anda seberapa sepadan hasil yang dijanjikan oleh dana atau instrumen keuangan dibandingkan risiko yang harus ditanggung.
Cara menghitungnya cukup sederhana, hanya dengan (hasil pengembalian - suku bunga dasar) ÷ volatilitas. Jika Anda mengingat satuan ini, Anda sudah bisa menganalisis dana secara logis.
Semakin tinggi Sharpe Ratio, semakin besar potensi keuntungan dari investasi tersebut. Tapi ingat, ini hanyalah alat bantu pengambilan keputusan. Selalu pertimbangkan faktor lain agar investasi Anda aman dan masuk akal.