Strategi trading: Temukan pendekatan yang sesuai denganmu

Memulai di dunia trading bisa menjadi hal yang membebani jika Anda tidak mengetahui pendekatan yang paling sesuai untuk situasi Anda. Terdapat empat metode utama yang digunakan oleh investor aktif, dan masing-masing memiliki karakteristik yang sangat berbeda dalam hal durasi, frekuensi, dan tingkat risiko. Artikel ini akan membantu Anda mengidentifikasi jenis trading mana yang paling sesuai dengan ketersediaan waktu, pengalaman, dan tujuan keuangan Anda.

▶ Empat pendekatan utama dalam jenis trading

Investor aktif memiliki empat strategi dasar: scalping, day trading, swing trading, dan trading posisi. Masing-masing dari jenis trading ini berbeda terutama berdasarkan waktu posisi dibuka dan frekuensi transaksi yang dilakukan.

① Scalping: Keuntungan cepat dalam interval sangat singkat

Periode operasi: Detik atau beberapa menit

Dalam mode ini, trader melakukan transaksi dalam waktu yang sangat singkat, berusaha memanfaatkan variasi harga kecil. Scalping berfokus pada menangkap perbedaan minimal antara harga beli dan jual, melakukan banyak transaksi dalam interval waktu yang pendek.

Karakteristik utama:

Scalping tidak tertarik pada tren jangka panjang pasar. Sebaliknya, trader mempertahankan posisi hanya selama beberapa detik atau menit dan mengulangi siklus ini secara terus-menerus. Karena setiap transaksi menghasilkan keuntungan kecil, diperlukan banyak transaksi untuk mengakumulasi profit yang signifikan. Ketika metode ini dikombinasikan dengan leverage tinggi, potensi keuntungan dan risiko kerugian akan meningkat secara proporsional.

Untuk instrumen dengan likuiditas tinggi dan volatilitas (seperti cryptocurrency), teknik ini menjadi lebih efektif. Misalnya, dalam sebuah candle tiga menit pada harga ETH, dapat tercatat fluktuasi hingga 0.66%. Pergerakan cepat ini adalah yang dicari oleh scalper untuk dieksploitasi.

Profil yang disarankan:

Strategi ini membutuhkan perhatian penuh terhadap layar dan konsentrasi yang terus-menerus selama periode operasi. Lebih cocok untuk trader profesional dan berpengalaman yang memiliki sistem pemantauan real-time. Jika Anda bekerja penuh waktu atau pemula, pendekatan ini menimbulkan tantangan besar terhadap ketersediaan waktu Anda.

② Day trading: Operasi selesai dalam hari yang sama

Periode operasi: Kurang dari dua puluh empat jam, tanpa menahan posisi semalam

Berbeda dengan scalping, day trading memungkinkan operasi yang lebih panjang yang bisa berlangsung beberapa jam dalam satu hari yang sama.

Karakteristik utama:

Juga dikenal sebagai trading intraday, metode ini melibatkan membeli dan menjual instrumen keuangan dalam satu hari yang sama. Aspek utama adalah bahwa trader menutup semua posisi sebelum pasar tutup, menghindari risiko semalam.

Strategi ini juga memanfaatkan pasar dengan likuiditas dan volatilitas tinggi. Ketika harga menunjukkan fluktuasi signifikan, trader bisa mendapatkan keuntungan lebih besar jika likuiditas memungkinkan mereka keluar dari posisi dengan cepat saat mendeteksi kenaikan harga. Oleh karena itu, day trading cocok tidak hanya di forex dan cryptocurrency, tetapi juga di aset lain seperti CFD.

Profil yang disarankan:

Ini adalah mode yang ditujukan untuk trader berpengalaman dan profesional. Karena memerlukan pemantauan terus-menerus selama hari perdagangan, kurang cocok untuk mereka yang memiliki komitmen kerja penuh waktu. Disarankan untuk selalu menggunakan order stop-loss untuk meminimalkan risiko kerugian tak terduga.

③ Swing trading: Menangkap pergerakan jangka menengah

Periode operasi: Dari beberapa hari hingga beberapa minggu, menahan posisi lebih dari satu hari

Mode ini menawarkan fleksibilitas lebih dan tidak mengharuskan menahan posisi dalam jangka panjang.

Karakteristik utama:

Swing trader memanfaatkan analisis pola berulang dalam pergerakan harga. Alih-alih fokus pada nilai fundamental aset, pendekatan ini berusaha mengidentifikasi tren ideal: periode di mana indeks naik selama beberapa hari, kemudian turun, dan pola ini berulang. Instrumen keuangan yang menunjukkan gelombang yang dapat diprediksi ini adalah kandidat ideal untuk diterapkan swing trading.

Perlu diingat bahwa prediksi tidak selalu akurat, sehingga trader harus siap menyesuaikan strategi sesuai kondisi pasar nyata.

Profil yang disarankan:

Swing trading merupakan salah satu pilihan terbaik untuk trader pemula. Strategi ini tidak memerlukan transaksi yang terlalu sering, sehingga biaya transaksi jauh lebih rendah dibandingkan scalping atau day trading. Cocok untuk investor yang tidak bisa atau tidak ingin menghabiskan waktu berjam-jam di layar trading.

④ Trading posisi: Pandangan jangka panjang

Periode operasi: Dari beberapa hari hingga beberapa tahun

Ini adalah strategi dengan horizon waktu paling panjang.

Karakteristik utama:

Trader yang menggunakan metode ini lebih fokus pada potensi pasar dalam jangka panjang daripada fluktuasi jangka pendek. Posisi dipertahankan selama periode yang panjang dengan harapan terjadi pergerakan harga yang signifikan.

Contoh ilustratif adalah trader yang membuka posisi selama pasar bearish dan menahannya hingga siklus bullish berikutnya, yang bisa berarti menunggu selama beberapa tahun. Misalnya, jika seorang investor memprediksi pada Januari 2014 bahwa harga saham Amazon akan naik selama beberapa tahun ke depan, dia akan membeli saham pada harga 18.21 dolar. Setelah menahan selama enam tahun, pada Januari 2021 dia akan menjualnya seharga 159.03 dolar, mendapatkan keuntungan +140.82%. Meski hasil ini sukses, penting diingat bahwa tidak semua prediksi benar, karena tren dipengaruhi faktor yang tidak dapat dikendalikan.

Profil yang disarankan:

Pendekatan ini tidak memerlukan operasi yang konstan. Cocok untuk investor yang ingin trading tidak menghabiskan sebagian besar waktu harian mereka. Membutuhkan kombinasi analisis fundamental dan analisis teknikal untuk mengidentifikasi instrumen keuangan dengan potensi jangka panjang yang kuat. Selain itu, memerlukan kesabaran besar dan kemampuan membuat keputusan rasional saat situasi kritis untuk menghindari kerugian besar.

▶ Perbandingan jenis trading

Tabel berikut merangkum perbedaan utama antara keempat pendekatan ini:

Aspek Scalping Day Trading Swing Trading Trading Posisi
Durasi operasi Detik atau menit Kurang dari satu hari Hari atau minggu Hari sampai tahun
Frekuensi transaksi ⭐⭐⭐⭐ ⭐⭐⭐ ⭐⭐
Analisis teknikal ⭐⭐⭐⭐ ⭐⭐⭐ ⭐⭐
Analisis fundamental ⭐⭐ ⭐⭐⭐ ⭐⭐⭐⭐
Konsentrasi yang dibutuhkan ⭐⭐⭐⭐ ⭐⭐⭐ ⭐⭐
Instrumen umum Forex, cryptocurrency, komoditas Forex, cryptocurrency, CFD Forex, saham, indeks Aset dengan tren naik yang berkelanjutan
Untuk profesional
Untuk trader paruh waktu

▶ Cara memilih strategi yang tepat

Setiap pendekatan memiliki risiko kerugian yang melekat. Sebelum memulai operasi, Anda harus menilai jenis trading mana yang paling cocok dengan Anda berdasarkan faktor-faktor kritis berikut:

1. Ketersediaan waktu harian

Jika Anda trader profesional dengan dedikasi penuh, semua pendekatan bisa dilakukan sesuai tujuan Anda. Namun, jika waktu Anda terbatas karena pekerjaan penuh waktu, hindari strategi jangka pendek, terutama scalping. Swing trading dan trading posisi jauh lebih toleran terhadap jadwal yang padat.

2. Karakteristik instrumen keuangan yang dipilih

Setiap aset menunjukkan dinamika berbeda. Beberapa instrumen keuangan menunjukkan volatilitas konstan dengan fluktuasi besar tetapi tanpa tren arah yang jelas (seperti pasangan mata uang NZD/USD). Untuk ini, swing trading memungkinkan menangkap gelombang harga secara efektif.

Aset lain, seperti saham Amazon selama periode 2014-2021, menunjukkan tren naik yang relatif stabil tanpa fluktuasi besar dalam jangka pendek. Dalam kasus ini, trading posisi lebih cocok untuk memanfaatkan apresiasi yang berkelanjutan.

Perubahan pasar menuntut Anda untuk terus menyesuaikan strategi. Tidak ada satu teknik yang selalu berhasil.

3. Pengalaman Anda dalam analisis teknikal dan fundamental

Menguasai kedua disiplin analisis ini sangat penting untuk meminimalkan risiko. Berbagai jenis trading membutuhkan penekanan berbeda: scalping dan day trading lebih bergantung pada analisis teknikal, sementara swing trading dan trading posisi membutuhkan pemahaman yang lebih besar tentang analisis fundamental.

⚠️ Peringatan tentang risiko

Scalping dan day trading memiliki risiko tinggi. Karena memerlukan transaksi berulang secara sering pada instrumen yang sangat volatil, keduanya menuntut pengetahuan tingkat lanjut dan profesionalisme. Biaya operasional juga jauh lebih tinggi. Untuk pemula, disarankan untuk menghindari kedua teknik ini terlebih dahulu dan selalu menggunakan order stop-loss dalam setiap investasi yang dilakukan.

Kunci keberhasilan dalam jenis trading adalah memilih strategi yang paling sesuai dengan situasi pribadi, pengalaman, dan sumber daya yang tersedia. Mulailah dengan metode yang lebih mudah diakses seperti swing trading jika Anda pemula, dan tingkatkan kemampuan secara bertahap seiring pengalaman yang diperoleh.

EL-0,41%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)