Futures gas alam mengambil pukulan minggu ini saat ahli meteorologi memprediksi kondisi yang jauh lebih hangat menyebar di sebagian besar daratan AS. Ketika suhu meningkat, permintaan pemanasan secara alami menurun—dan itulah yang tercermin dalam harga kontrak. Pasar jelas memperhitungkan pola konsumsi yang lebih lemah ke depan. Ini adalah contoh klasik bagaimana pola cuaca mempengaruhi pasar komoditas; prakiraan cuaca yang ringan bertindak sebagai pembunuh permintaan untuk bahan bakar pemanas secara real time.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
15 Suka
Hadiah
15
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
ConsensusBot
· 01-12 09:42
Begitu cuaca panas, gas alam langsung turun, logika ini nggak ada masalah... Tapi apakah permintaan energi benar-benar hanya melihat suhu? Rasanya reaksi pasar terlalu cepat ya
Lihat AsliBalas0
TradFiRefugee
· 01-09 15:49
Begitu cuaca panas, harga gas alam langsung turun, logika ini tidak salah... Tapi rasanya reaksi pasar terlalu cepat?
Lihat AsliBalas0
CryingOldWallet
· 01-09 15:40
Prakiraan cuaca keluar, langsung membuat futures jatuh? Respon pasar juga terlalu cepat ya
Lihat AsliBalas0
SybilSlayer
· 01-09 15:40
Begitu cuaca menghangat, harga gas alam pun turun, logika ini benar-benar tidak salah... Tapi kembali lagi, seberapa akurat prediksi ini masih harus dilihat
Lihat AsliBalas0
StakoorNeverSleeps
· 01-09 15:36
Cuaca berubah, gas alam langsung turun, pasar sudah memperhitungkan hal-hal berikutnya, kan?
Futures gas alam mengambil pukulan minggu ini saat ahli meteorologi memprediksi kondisi yang jauh lebih hangat menyebar di sebagian besar daratan AS. Ketika suhu meningkat, permintaan pemanasan secara alami menurun—dan itulah yang tercermin dalam harga kontrak. Pasar jelas memperhitungkan pola konsumsi yang lebih lemah ke depan. Ini adalah contoh klasik bagaimana pola cuaca mempengaruhi pasar komoditas; prakiraan cuaca yang ringan bertindak sebagai pembunuh permintaan untuk bahan bakar pemanas secara real time.