Sering mendengar trader berkata, setelah masuk pasar melihat pergerakan harga jadi panik, bagaimana sebenarnya bisa mempertahankan posisi sekaligus menangkap tren?
Gagasan saya sebenarnya sangat sederhana: hitung dulu seberapa besar kerugian maksimal yang bisa ditanggung, lalu pikirkan bagaimana cara mendapatkan keuntungan. Ini adalah fondasi dari semua keputusan trading.
Dalam beberapa tahun terakhir, aturan pengelolaan dana yang membuat saya tidur nyenyak, saya bagikan kepada kalian:
**Pertama: Tentukan Batas Bawah**
Misalnya kamu punya modal 200.000U, bisa menerima kerugian maksimal satu transaksi sebesar 20.000U, maka hitung dari kerugian ini untuk menentukan ukuran posisi. Begitu batas bawah ini ditetapkan, menjadi bantalan keamananmu—jaga agar tetap di atasnya, selalu punya amunisi.
**Kedua: Mulai Kecil, Baru Besar**
Bahkan jika perhitungan menunjukkan bisa membuka posisi 20%, kenyataannya harus coba dulu 10%. Kalau benar, gunakan keuntungan floating untuk menambah posisi, kalau salah, kerugiannya juga terbatas. Hidup lebih penting dari apa pun, menebak benar sekali tidak seberharga bertahan lebih lama.
**Ketiga: Gunakan Keuntungan untuk Perluas**
Menambah posisi dari keuntungan floating tidak masalah, yang penting adalah menggeser garis stop loss di atas biaya, gunakan uang hasil keuntungan untuk meraih hasil yang lebih besar. Terburuk pun hanya mengembalikan sebagian keuntungan ini, modal tetap terjaga.
Saat akun mencapai rekor tertinggi, bisa menambah posisi secara moderat, tapi jika drawdown lebih dari 5%, langsung perkecil posisi. Kalau saat rugi malah menambah posisi? Jalan ini menuju margin call.
**Kelima: Setelah Untung, Ambil Keuntungan**
Modal berlipat ganda, setidaknya ambil separuh keuntungan hari itu ke dompet spot. Angka-angka di antarmuka trading hanyalah virtual, uang yang benar-benar masuk ke rekening adalah milikmu.
**Keenam: Ubah Jadi Kebiasaan**
Jangan prediksi, langsung eksekusi. Tanamkan proses ini ke dalam otak, jadikan refleks, emosi pun akan lebih stabil, dan kurva akun akan perlahan naik.
Persaingan trading bukanlah siapa yang mendapatkan keuntungan satu kali lebih besar, melainkan siapa yang bisa bertahan lebih lama di pasar. Lambat itu cepat, trader kecil yang disiplin seringkali bisa tertawa terakhir dibanding trader besar tanpa rencana.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
11 Suka
Hadiah
11
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
ProofOfNothing
· 11jam yang lalu
Ah ini, memang benar tapi terasa terlalu idealis, saat benar-benar dijalankan siapa yang tidak dikendalikan oleh emosi
Lihat AsliBalas0
BtcDailyResearcher
· 18jam yang lalu
Tidak salah, intinya adalah benar-benar bisa bertahan dengan sistem ini, kebanyakan orang gagal karena emosi mereka
Lihat AsliBalas0
OnchainSniper
· 18jam yang lalu
Ah ini, benar sekali, takutnya ada orang yang mendengarnya tetap saja sulit mengendalikan keinginan untuk mencoba lagi.
Lihat AsliBalas0
NotSatoshi
· 18jam yang lalu
Tidak ada yang salah dengan itu, hanya saja pelaksanaannya sangat sulit. Yang paling saya takutkan adalah saat keuntungan sementara itu, rasa serakah yang selalu ingin mencoba lagi.
Lihat AsliBalas0
ProbablyNothing
· 18jam yang lalu
Benar sekali, intinya adalah bertahan hidup lebih lama, banyak orang yang akhirnya meninggal karena emosi
Sering mendengar trader berkata, setelah masuk pasar melihat pergerakan harga jadi panik, bagaimana sebenarnya bisa mempertahankan posisi sekaligus menangkap tren?
Gagasan saya sebenarnya sangat sederhana: hitung dulu seberapa besar kerugian maksimal yang bisa ditanggung, lalu pikirkan bagaimana cara mendapatkan keuntungan. Ini adalah fondasi dari semua keputusan trading.
Dalam beberapa tahun terakhir, aturan pengelolaan dana yang membuat saya tidur nyenyak, saya bagikan kepada kalian:
**Pertama: Tentukan Batas Bawah**
Misalnya kamu punya modal 200.000U, bisa menerima kerugian maksimal satu transaksi sebesar 20.000U, maka hitung dari kerugian ini untuk menentukan ukuran posisi. Begitu batas bawah ini ditetapkan, menjadi bantalan keamananmu—jaga agar tetap di atasnya, selalu punya amunisi.
**Kedua: Mulai Kecil, Baru Besar**
Bahkan jika perhitungan menunjukkan bisa membuka posisi 20%, kenyataannya harus coba dulu 10%. Kalau benar, gunakan keuntungan floating untuk menambah posisi, kalau salah, kerugiannya juga terbatas. Hidup lebih penting dari apa pun, menebak benar sekali tidak seberharga bertahan lebih lama.
**Ketiga: Gunakan Keuntungan untuk Perluas**
Menambah posisi dari keuntungan floating tidak masalah, yang penting adalah menggeser garis stop loss di atas biaya, gunakan uang hasil keuntungan untuk meraih hasil yang lebih besar. Terburuk pun hanya mengembalikan sebagian keuntungan ini, modal tetap terjaga.
**Keempat: Kalau Untung Banyak, Stabil; Kalau Rugi Banyak, Perkecil**
Saat akun mencapai rekor tertinggi, bisa menambah posisi secara moderat, tapi jika drawdown lebih dari 5%, langsung perkecil posisi. Kalau saat rugi malah menambah posisi? Jalan ini menuju margin call.
**Kelima: Setelah Untung, Ambil Keuntungan**
Modal berlipat ganda, setidaknya ambil separuh keuntungan hari itu ke dompet spot. Angka-angka di antarmuka trading hanyalah virtual, uang yang benar-benar masuk ke rekening adalah milikmu.
**Keenam: Ubah Jadi Kebiasaan**
Jangan prediksi, langsung eksekusi. Tanamkan proses ini ke dalam otak, jadikan refleks, emosi pun akan lebih stabil, dan kurva akun akan perlahan naik.
Persaingan trading bukanlah siapa yang mendapatkan keuntungan satu kali lebih besar, melainkan siapa yang bisa bertahan lebih lama di pasar. Lambat itu cepat, trader kecil yang disiplin seringkali bisa tertawa terakhir dibanding trader besar tanpa rencana.