Situasi perdagangan global menghangat, pasar mata uang kripto pun merespons dengan penurunan. Sentimen safe haven yang menyebar akibat pengaruh kebijakan tarif baru membuat pasar jatuh ke dalam warna merah.
Data terbaru dari TradingView menunjukkan bahwa total kapitalisasi pasar mata uang kripto dalam waktu hanya 8 jam telah anjlok sebesar 1,16%, turun ke $3,1 triliun, dengan kapitalisasi pasar langsung menguap hampir $34 miliar. Seberapa hebat penurunan ini? Bitcoin memimpin penurunan, sempat menembus batas $93.000, tekanan jual terus meningkat.
Gelombang dampak kebijakan menyebar ke seluruh pasar keuangan. Bukan hanya di dunia kripto, pasar saham AS juga mengalami tren penurunan. Sebaliknya, aset safe haven seperti emas justru mengalami kenaikan—situasi saling berbalik ini adalah gambaran nyata dari perubahan drastis dalam sentimen risiko pasar.
Gesekan perdagangan kembali memanas, para investor global kembali menilai risiko. Apakah penurunan tajam ini hanya sekadar pembuka selera? Bagaimana perkembangan pasar selanjutnya, masih harus terus mengamati dinamika kebijakan.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Emas naik, koin turun, pasar saham bergetar... irama ini sangat mirip dengan salah satu bagian dari krisis keuangan Asia tahun 90-an. Yang menarik adalah, setiap kali ada peristiwa risiko, narasi yang sama selalu diulang—aset safe haven tidak pernah ketinggalan zaman, sementara pasar kripto terus membuktikan apakah mereka benar-benar aset risiko atau mata uang alternatif. Ambang batas dolar AS, mungkin adalah catatan dari sebuah titik sejarah tertentu.
Aspek kebijakan adalah benar-benar titik arkeologi di chain, harus perlahan diungkap.
Pasar mengingatkan kita dengan biaya $340 miliar—bahwa kelangkaan sejati sering kali berasal dari hak penetapan harga risiko. Penurunan ini apakah hanya pembersihan atau awal dari sesuatu yang lebih besar, bisa dilihat dari arah kebijakan.
Sejujurnya, saat Bitcoin dikejar sampai ke @E5@ dolar AS, saya bertanya-tanya apa perbedaan mendasar antara ini dan gelombang tahun 2015. Sejarah tidak berulang tetapi berirama, masalahnya adalah apa yang benar-benar telah kita pelajari.
Di mana level dasar yang setara dengan artefak berkelas? Harus terus diamati.
又又又跌...93000美元都守不住,这次真的有点猛啊
Emas naik, koin turun, ini adalah contoh klasik dari penurunan preferensi risiko, singkatnya semua orang menjadi takut
340 miliar hilang begitu saja, rasanya masih ada yang harus diperjuangkan ke depannya
Lihat AsliBalas0
ruggedNotShrugged
· 14jam yang lalu
Datang lagi, setiap kali kebijakan berhembus, dunia kripto langsung ambruk. 34 miliar menguap, benar-benar cukup keras
Emas naik, koin turun, irama ini tidak masuk akal, rasanya pasar safe haven sedang mencuci uang para investor
Tidak bisa mempertahankan 93.000, apakah akan turun lagi? Tergantung apa yang sebenarnya dimainkan oleh kebijakan ini
Apakah ini benar-benar hanya hidangan pembuka, atau dunia kripto akan sepi untuk sementara waktu
Kebijakan berubah setiap hari, tidak mampu bermain-main
Situasi perdagangan global menghangat, pasar mata uang kripto pun merespons dengan penurunan. Sentimen safe haven yang menyebar akibat pengaruh kebijakan tarif baru membuat pasar jatuh ke dalam warna merah.
Data terbaru dari TradingView menunjukkan bahwa total kapitalisasi pasar mata uang kripto dalam waktu hanya 8 jam telah anjlok sebesar 1,16%, turun ke $3,1 triliun, dengan kapitalisasi pasar langsung menguap hampir $34 miliar. Seberapa hebat penurunan ini? Bitcoin memimpin penurunan, sempat menembus batas $93.000, tekanan jual terus meningkat.
Gelombang dampak kebijakan menyebar ke seluruh pasar keuangan. Bukan hanya di dunia kripto, pasar saham AS juga mengalami tren penurunan. Sebaliknya, aset safe haven seperti emas justru mengalami kenaikan—situasi saling berbalik ini adalah gambaran nyata dari perubahan drastis dalam sentimen risiko pasar.
Gesekan perdagangan kembali memanas, para investor global kembali menilai risiko. Apakah penurunan tajam ini hanya sekadar pembuka selera? Bagaimana perkembangan pasar selanjutnya, masih harus terus mengamati dinamika kebijakan.