TVL dari perjanjian pinjaman melonjak benar-benar menjadi alarm tanda puncak pasar bullish?
Pertanyaan ini belakangan cukup ramai di komunitas. Ada yang menemukan fenomena: selama total nilai terkunci (TVL) dari suatu perjanjian pinjaman menunjukkan pertumbuhan pesat, bahkan menembus batas 100 miliar, biasanya puncak pasar bullish pun mengikuti. Kedengarannya masuk akal, tapi apakah benar begitu mutlak?
Performa LISTA di BNB Chain sangat mewakili. TVL sudah mencapai lebih dari 4,3 miliar dolar AS dan terus bertambah. Ada yang khawatir: begitu dua kali lipat mencapai 10 miliar, apakah saatnya menutup posisi dan keluar?
Pendapat saya adalah, TVL hanyalah data permukaan. TVL yang tinggi memang menunjukkan ekosistem sedang berkembang pesat, juga mencerminkan leverage yang meningkat—tapi ini tidak bisa langsung disamakan dengan risiko kejatuhan pasar. Yang penting adalah dari mana pertumbuhan tersebut berasal. Pertumbuhan TVL yang didukung oleh masuknya aset seperti USD1 dan slisBNB didukung oleh kebutuhan likuiditas nyata dan inovasi ekosistem. Pertumbuhan semacam ini sehat. Sebaliknya, jika TVL murni berasal dari gelembung pinjaman berulang, maka itu benar-benar menjadi alarm.
Daripada mempercayai "sihir 100 miliar", lebih baik menilai dari kesehatan leverage. Caranya? Jaga manajemen posisi yang waspada—selalu sisihkan sebagian aset dalam kondisi tanpa utang. Dengan begitu, kita bisa menikmati keuntungan dari pertumbuhan ekosistem sekaligus menghindari likuidasi paksa saat pasar bergejolak.
Setelah melewati beberapa siklus bull dan bear, pengalaman saya adalah: jangan tebak puncak, cukup kendalikan posisi. Data bisa menipu, tapi manajemen posisi tidak. Saat pasar sedang panas, jangan semua posisi, saat pasar panik, jangan langsung nol posisi. Inilah cara bertahan jangka panjang.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
14 Suka
Hadiah
14
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
LostBetweenChains
· 5jam yang lalu
Istilah kutukan seratus miliar sudah terlalu sering didengar, bagaimanapun saya tidak percaya. Yang penting adalah bagaimana leverage ditumpuk, gelembung pinjaman siklus dan likuiditas nyata sama sekali berbeda.
Lihat AsliBalas0
DefiSecurityGuard
· 5jam yang lalu
⚠️ tunggu sebentar, metrik TVL bisa dimanipulasi secara besar-besaran melalui skema pinjaman sirkular. saya sudah menarik kontrak di lista—perlu audit pool jaminan tersebut sebelum menyentuh apa pun. bukan berarti ini rugpull, tapi vektor eksploitasi... cukup mengkhawatirkan ngl
Lihat AsliBalas0
MEVSandwichVictim
· 5jam yang lalu
Kutukan seratus miliar ini benar-benar harus dihapus, mereka yang hanya melihat data tanpa memperhatikan logika paling mudah tertipu
Lihat AsliBalas0
4am_degen
· 5jam yang lalu
Kutukan seratus miliar ini benar-benar tidak masuk akal, murni karena psikologi penjudi, melihat angka besar jadi panik, dan harus dilihat apakah pertumbuhan nyata atau hanya udara yang menumpuk
Lihat AsliBalas0
SmartContractPhobia
· 5jam yang lalu
Kutukan seratus miliar ini terlalu mistis, yang penting tetap melihat apakah leverage yang digunakan benar-benar memenuhi kebutuhan atau hanya gelembung semata.
Lihat AsliBalas0
NeverPresent
· 5jam yang lalu
Kutukan miliaran, dengar saja sudah cukup, jangan terlalu percaya. Intinya tergantung bagaimana leverage ditumpuk, gelembung pinjaman siklus yang benar-benar berbahaya.
TVL dari perjanjian pinjaman melonjak benar-benar menjadi alarm tanda puncak pasar bullish?
Pertanyaan ini belakangan cukup ramai di komunitas. Ada yang menemukan fenomena: selama total nilai terkunci (TVL) dari suatu perjanjian pinjaman menunjukkan pertumbuhan pesat, bahkan menembus batas 100 miliar, biasanya puncak pasar bullish pun mengikuti. Kedengarannya masuk akal, tapi apakah benar begitu mutlak?
Performa LISTA di BNB Chain sangat mewakili. TVL sudah mencapai lebih dari 4,3 miliar dolar AS dan terus bertambah. Ada yang khawatir: begitu dua kali lipat mencapai 10 miliar, apakah saatnya menutup posisi dan keluar?
Pendapat saya adalah, TVL hanyalah data permukaan. TVL yang tinggi memang menunjukkan ekosistem sedang berkembang pesat, juga mencerminkan leverage yang meningkat—tapi ini tidak bisa langsung disamakan dengan risiko kejatuhan pasar. Yang penting adalah dari mana pertumbuhan tersebut berasal. Pertumbuhan TVL yang didukung oleh masuknya aset seperti USD1 dan slisBNB didukung oleh kebutuhan likuiditas nyata dan inovasi ekosistem. Pertumbuhan semacam ini sehat. Sebaliknya, jika TVL murni berasal dari gelembung pinjaman berulang, maka itu benar-benar menjadi alarm.
Daripada mempercayai "sihir 100 miliar", lebih baik menilai dari kesehatan leverage. Caranya? Jaga manajemen posisi yang waspada—selalu sisihkan sebagian aset dalam kondisi tanpa utang. Dengan begitu, kita bisa menikmati keuntungan dari pertumbuhan ekosistem sekaligus menghindari likuidasi paksa saat pasar bergejolak.
Setelah melewati beberapa siklus bull dan bear, pengalaman saya adalah: jangan tebak puncak, cukup kendalikan posisi. Data bisa menipu, tapi manajemen posisi tidak. Saat pasar sedang panas, jangan semua posisi, saat pasar panik, jangan langsung nol posisi. Inilah cara bertahan jangka panjang.