19 Januari, stablecoin Tether mengumumkan bahwa USD₮ telah resmi diluncurkan di jaringan Plasma dan dibuka untuk digunakan melalui bursa terkemuka di Eropa.
Terlihat sebagai pengumuman singkat, namun sebenarnya mencerminkan tren yang jelas: Tether semakin mempercepat pengembangan multi-chain USDT, sambil fokus pada infrastruktur blockchain yang memiliki biaya transaksi sangat rendah dan lebih cocok untuk pembayaran dan penyelesaian.
Dari sudut pandang Tether sendiri, fitur biaya Gas nol atau sangat rendah di jaringan Plasma sangat cocok untuk kebutuhan transfer kecil, pembayaran lintas negara, dan perdagangan frekuensi tinggi. Ini membantu USDT memperkuat perannya sebagai "infrastruktur" dalam ekosistem keuangan kripto.
Dengan memanfaatkan bursa Eropa yang memiliki jutaan pengguna sebagai titik masuk, USDT di Plasma dapat memperoleh volume transaksi nyata, bukan hanya sebatas akses teknis. Bagi jaringan Plasma, ini adalah titik kunci dari "mengandalkan subsidi untuk menumpuk volume lock-up" menuju "penggerak aplikasi nyata". Di tengah penurunan volume lock-up dan tekanan harga token ekosistem, pengenalan stablecoin bersama bursa diharapkan dapat menciptakan kebutuhan pembayaran dan penyelesaian yang berkelanjutan, serta memberikan fondasi transaksi yang lebih kokoh untuk ekosistem di atas rantai.
Bagi pengguna, manfaatnya sudah jelas—kecepatan konfirmasi yang lebih cepat, biaya transaksi yang lebih rendah, baik untuk arbitrase, strategi DeFi, maupun transfer dana harian, semuanya mendapatkan pilihan yang lebih efisien. Namun, juga harus diakui bahwa Plasma sebagai solusi blockchain yang relatif baru masih memiliki ketidakpastian terkait model ekonomi, stabilitas jaringan, dan potensi risiko regulasi, yang semuanya perlu diperhatikan.
Pada akhirnya, langkah ini bukan sekadar aksi pemasaran jangka pendek Tether, melainkan bagian penting dari strategi penguatan "infrastruktur stablecoin" yang akan terus diperkuat hingga 2026. Hasil akhirnya akan bergantung pada apakah Plasma benar-benar mampu menghasilkan data transaksi USDT yang stabil dan andal.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
7 Suka
Hadiah
7
3
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
MoneyBurnerSociety
· 12jam yang lalu
Jalur lain dengan biaya gas rendah... Saya bertaruh lima dolar bahwa bulan depan akan mulai memberikan subsidi kepada pengguna
19 Januari, stablecoin Tether mengumumkan bahwa USD₮ telah resmi diluncurkan di jaringan Plasma dan dibuka untuk digunakan melalui bursa terkemuka di Eropa.
Terlihat sebagai pengumuman singkat, namun sebenarnya mencerminkan tren yang jelas: Tether semakin mempercepat pengembangan multi-chain USDT, sambil fokus pada infrastruktur blockchain yang memiliki biaya transaksi sangat rendah dan lebih cocok untuk pembayaran dan penyelesaian.
Dari sudut pandang Tether sendiri, fitur biaya Gas nol atau sangat rendah di jaringan Plasma sangat cocok untuk kebutuhan transfer kecil, pembayaran lintas negara, dan perdagangan frekuensi tinggi. Ini membantu USDT memperkuat perannya sebagai "infrastruktur" dalam ekosistem keuangan kripto.
Dengan memanfaatkan bursa Eropa yang memiliki jutaan pengguna sebagai titik masuk, USDT di Plasma dapat memperoleh volume transaksi nyata, bukan hanya sebatas akses teknis. Bagi jaringan Plasma, ini adalah titik kunci dari "mengandalkan subsidi untuk menumpuk volume lock-up" menuju "penggerak aplikasi nyata". Di tengah penurunan volume lock-up dan tekanan harga token ekosistem, pengenalan stablecoin bersama bursa diharapkan dapat menciptakan kebutuhan pembayaran dan penyelesaian yang berkelanjutan, serta memberikan fondasi transaksi yang lebih kokoh untuk ekosistem di atas rantai.
Bagi pengguna, manfaatnya sudah jelas—kecepatan konfirmasi yang lebih cepat, biaya transaksi yang lebih rendah, baik untuk arbitrase, strategi DeFi, maupun transfer dana harian, semuanya mendapatkan pilihan yang lebih efisien. Namun, juga harus diakui bahwa Plasma sebagai solusi blockchain yang relatif baru masih memiliki ketidakpastian terkait model ekonomi, stabilitas jaringan, dan potensi risiko regulasi, yang semuanya perlu diperhatikan.
Pada akhirnya, langkah ini bukan sekadar aksi pemasaran jangka pendek Tether, melainkan bagian penting dari strategi penguatan "infrastruktur stablecoin" yang akan terus diperkuat hingga 2026. Hasil akhirnya akan bergantung pada apakah Plasma benar-benar mampu menghasilkan data transaksi USDT yang stabil dan andal.