Ketika sistem keuangan global bertemu dengan blockchain: pertarungan antara dua visioner

Keuangan global sedang mengalami saat kritis transformasi. Sementara Ripple telah membangun alternatif paralel terhadap sistem lama selama satu dekade, Swift memutuskan untuk mengambil langkah yang lebih berani: mengintegrasikan blockchain secara langsung ke infrastruktur mereka. Dalam konferensi Sibos 2025 di Frankfurt, Swift mengumumkan penambahan sebuah register bersama berbasis blockchain, secara resmi membuka pintu menuju konvergensi nyata antara keuangan tradisional dan terdesentralisasi.

Saat krusial: Swift adopsi Ethereum Layer 2

Berita ini dikonfirmasi selama Token2049 di Singapura: Swift memilih Linea, sebuah jaringan Ethereum Layer 2, sebagai fondasi platform settlement barunya. Pilihan ini tidak kebetulan. Lebih dari 30 institusi keuangan utama global—JPMorgan, Bank of America, Citibank, dan lainnya—sudah siap berpartisipasi dalam proyek percontohan ini.

Teknologi dasar patut diperhatikan: Linea menggunakan zk-EVM (zero-knowledge Ethereum Virtual Machine), yang menjamin konfirmasi akhir secara langsung melalui bukti matematis. Bagi Swift dan bank mitranya, ini berarti sesuatu yang konkret: regulasi 24/7 secara real-time, dengan latensi yang lebih rendah dan biaya yang jauh lebih murah. Berbeda dengan Optimistic Rollup yang digunakan oleh L2 lain (yang memerlukan hari periode sengketa), zk-EVM menawarkan kecepatan aliran modal yang dibutuhkan oleh institusi keuangan.

Angkanya mengesankan: Swift mengelola sekitar 150 triliun dolar dalam pembayaran tahunan. Jika platform blockchain mencapai efisiensi penuh dengan settlement instan, puluhan triliun dolar—yang saat ini terkunci sebagai cadangan pra-danai untuk menutupi keterlambatan settlement antar zona waktu, dari Amerika Serikat ke Asia hingga Eropa—akan dilepaskan dan dimasukkan kembali ke dalam ekonomi nyata.

Tantangan untuk Ripple: sepuluh tahun pengorbanan, tetapi tembok tetap berdiri

Pada 2012, Ripple meluncurkan XRP Ledger dengan tujuan yang jelas: menggantikan model tidak efisien dari bank koresponden Swift. Selama lebih dari satu dekade, perusahaan membangun RippleNet, menghubungkan lebih dari 300 institusi keuangan melalui layanan On-Demand Liquidity (ODL). Hasilnya mengesankan di atas kertas: waktu settlement lintas negara berkurang dari hari menjadi 3-5 detik, volume pembayaran berlipat ganda hingga sekitar 30 miliar dolar pada 2022.

Namun, meskipun kemenangan hukum—terutama putusan 2023 yang menyatakan XRP bukan sekadar sekuritas, dan penutupan akhir perang hukum dengan SEC pada Agustus 2025—Ripple tetap dalam posisi yang lebih lemah. Jaringan mereka saat ini mencakup sekitar 40 pasar pembayaran dan bekerja sama dengan lebih dari 20 negara untuk mengembangkan platform CBDC. Di sektor ritel, mereka memiliki keberhasilan nyata: SBI Remit di Jepang menggunakan XRP untuk transfer ke Filipina, Vietnam, dan Indonesia; Santander melalui One Pay FX menawarkan transparansi dan kecepatan kepada pengguna. American Express dan PNC Bank, secara korporat, mengandalkan RippleNet untuk mengoptimalkan settlement komersial.

Namun, jika dibandingkan dengan Swift—yang mencakup lebih dari 200 negara dan lebih dari 11.000 institusi keuangan—Ripple beroperasi dalam skala yang masih jauh lebih terbatas.

Keunggulan utama: netralitas aset versus ketergantungan pada XRP

Di sinilah inti permasalahan terletak. Model Ripple ODL sangat bergantung pada XRP sebagai mata uang jembatan: risiko volatilitas menanggung peserta. Register blockchain Swift, sebaliknya, dirancang untuk mendukung berbagai aset: mata uang fiat, stablecoin, CBDC. Ribuan bank dalam sistem Swift dapat melakukan settlement instan hanya dengan memperbarui infrastruktur mereka, tanpa menanggung risiko pasar terhadap satu aset tunggal.

“Netralitas aset” ini, dipadukan dengan keunggulan teknis Linea, menciptakan penghalang yang sulit ditembus. Institusi keuangan global akan memiliki opsi yang menawarkan kecepatan dan kepatuhan, tanpa memperkenalkan volatilitas aset.

Apa arti ini bagi sektor keuangan global

Keputusan Swift membangun di atas Ethereum Layer 2 bukan sekadar modernisasi teknologi. Ini adalah konfirmasi resmi bahwa blockchain akan menjadi inti dari keuangan arus utama. Model lama bank koresponden—dengan kompleksitas rekonsiliasi manual, keterlambatan akibat zona waktu antara AS dan wilayah lain, serta mobilisasi besar modal—akan segera tergantikan.

Register bersama yang diverifikasi melalui smart contract dan beroperasi 24/7 akan menghilangkan fragmentasi antar jaringan tokenisasi. Untuk pertama kalinya, institusi keuangan global dapat mentransfer nilai dengan kecepatan dan kepastian yang saat ini hanya bisa ditunjukkan oleh sistem terdesentralisasi.

Ripple telah membuka sebuah pintu di tembok sistem tradisional. Swift akan menghancurkan seluruh dinding—dan sektor ini tidak akan pernah sama lagi.

ETH-7,15%
LINEA-4,8%
XRP-3,65%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)