$XAUT Dalam kondisi apa harga emas akan naik dan harga properti menurun?


Biasanya terjadi pada periode apa?
Kenaikan harga emas dan penurunan nilai properti biasanya terjadi dari masa pertengahan hingga akhir kekuasaan sebuah dinasti, terutama saat terjadi gejolak sosial, krisis ekonomi, ketidakteraturan sistem moneter, atau menjelang pergantian kekuasaan. Fenomena ini dapat dianalisis dari sudut pandang siklus sejarah dan ekonomi-politik, secara spesifik mencakup beberapa tahap berikut:
1. Masa pertengahan hingga akhir kekuasaan dinasti: periode konflik sosial yang meningkat
· Penguasaan tanah yang parah: kelas berkuasa mengkonsolidasikan tanah, petani bangkrut dan mengungsi, menyebabkan nilai properti berbasis tanah (seperti tanah pertanian) menurun relatif (terutama bagi rakyat biasa).
· Krisis fiskal dan depresiasi mata uang: pemerintah untuk menutupi defisit anggaran, mungkin menerbitkan uang logam atau uang kertas secara berlebihan, memicu inflasi. Masyarakat beralih memegang emas sebagai lindung nilai, mendorong harga emas naik.
· Contoh: Pada masa pertengahan Dinasti Ming, masuknya besar-besaran perak, tetapi pajak tanah berat, harga properti di Jiangnan sangat fluktuatif, sementara permintaan emas sebagai mata uang keras meningkat.
2. Masa keruntuhan kekuasaan dinasti: periode perang dan gejolak
· Gejolak sosial dan kekhawatiran keamanan: sebelum perang saudara, ancaman luar atau pemberontakan petani, aset fisik (seperti properti) menurun nilainya karena risiko perang, sementara emas yang mudah dibawa dan disembunyikan menjadi aset lindung nilai.
· Keruntuhan sistem kredit: jaringan bisnis terputus, properti sulit dijual, sifat uang dari emas menjadi menonjol.
· Contoh: Setelah pemberontakan An Shi di masa Dinasti Tang, ekonomi utara melemah, nilai properti di Chang'an dan Luoyang menyusut, logam mulia menjadi media utama transaksi.
3. Pergantian kekuasaan atau akhir masa kekuasaan dinasti
· Keruntuhan sistem moneter: kepercayaan terhadap mata uang lama hancur (misalnya uang kertas menjadi sampah), pasar kembali ke transaksi logam mulia seperti emas dan perak, harga emas melonjak.
· Restrukturisasi paksa properti: pada awal pendirian kekuasaan baru, sering dilakukan penyitaan dan redistribusi tanah untuk menekan elit lama, menyebabkan penilaian ulang nilai sistem properti yang ada.
· Contoh: Pada akhir Dinasti Qing selama Gerakan Taiping, banyak properti di Jiangnan dihancurkan, sementara perdagangan emas di konsesi Shanghai aktif, harga emas naik.
Logika politik dan ekonomi di baliknya
· Kenaikan harga emas mencerminkan hilangnya kepercayaan terhadap kekuasaan dan sistem moneter, emas menjadi alat penyimpan nilai yang melampaui siklus kekuasaan.
· Penurunan nilai properti mencerminkan keruntuhan sistem penghasilan tanah (seperti kebangkrutan pertanian, perampokan pajak, risiko keamanan), nilainya sangat bergantung pada stabilitas sosial dan perlindungan sistem.
Kesimpulan
Fenomena kombinasi ini (harga emas naik dan properti menurun) paling khas terjadi di titik balik dari masa kejayaan menuju keruntuhan sebuah dinasti, menandai pergeseran dari sistem ekonomi berbasis tanah ke sistem berbasis logam mulia secara paksa, dan merupakan sinyal penting dari krisis sistemik.
Tentu saja yang saya maksud adalah sejarah, bukan untuk dibandingkan dengan kondisi saat ini.
XAUT1,81%
Lihat Asli
post-image
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)