Perpindahan politik mendapatkan banyak perhatian sebagai titik balik ekonomi. Namun apa yang sebenarnya diajarkan oleh sejarah adalah lebih bernuansa—perubahan dalam pemerintahan hanya berdampak pada ekonomi ketika menciptakan fondasi yang kredibel yang dapat dipercaya oleh pasar. Tanpa jangkar tersebut, pergantian rezim hanyalah gangguan. Pertanyaan yang sebenarnya bukanlah apakah kekuasaan berpindah tangan, tetapi apakah kerangka kerja baru dapat secara kredibel berkomitmen terhadap stabilitas ekonomi. Itulah yang membedakan transisi yang mengubah pasar dari yang sekadar menjadi kebisingan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
13 Suka
Hadiah
13
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
BearMarketBard
· 15jam yang lalu
Berbicara lagi, kepercayaan pasar ini benar-benar jauh lebih penting daripada mengganti pemimpin. Hanya mengganti rezim tidak cukup, kita harus melihat apakah ekonomi dasar benar-benar bisa stabil.
Lihat AsliBalas0
BugBountyHunter
· 15jam yang lalu
Singkatnya: pemerintah baru harus memenangkan kepercayaan pasar, mengganti orang saja tidak cukup, harus menunjukkan kemampuan nyata
Lihat AsliBalas0
MetaMaskVictim
· 15jam yang lalu
Perubahan kekuasaan hanyalah kertas harimau, yang penting adalah apakah kita bisa menjaga kepercayaan pasar, tanpa dasar ini semua sia-sia
Lihat AsliBalas0
GasGuru
· 15jam yang lalu
Singkatnya, pergantian kekuasaan tidak banyak gunanya, yang penting pasar harus percaya padamu, kalau tidak semua sia-sia
Lihat AsliBalas0
digital_archaeologist
· 15jam yang lalu
Benar sekali, pergantian kekuasaan sendiri sebenarnya tidak ada gunanya, yang penting adalah apakah bisa membangun kepercayaan diri, jika tidak maka hanya akan menjadi artikel di atas kertas
Perpindahan politik mendapatkan banyak perhatian sebagai titik balik ekonomi. Namun apa yang sebenarnya diajarkan oleh sejarah adalah lebih bernuansa—perubahan dalam pemerintahan hanya berdampak pada ekonomi ketika menciptakan fondasi yang kredibel yang dapat dipercaya oleh pasar. Tanpa jangkar tersebut, pergantian rezim hanyalah gangguan. Pertanyaan yang sebenarnya bukanlah apakah kekuasaan berpindah tangan, tetapi apakah kerangka kerja baru dapat secara kredibel berkomitmen terhadap stabilitas ekonomi. Itulah yang membedakan transisi yang mengubah pasar dari yang sekadar menjadi kebisingan.