Presiden AS Donald Trump telah menarik kembali ancamannya untuk memberlakukan tarif baru yang luas pada delapan negara NATO Eropa. Ancaman tersebut, yang menyebabkan volatilitas pasar yang signifikan dan penolakan politik terkoordinasi dari Eropa, ditarik kembali setelah pengumuman "kerangka kesepakatan masa depan" terkait keamanan Greenland dan Kutub Utara.
Garis Waktu Peristiwa
17-18 Januari 2026: Ancaman Presiden Trump mengeluarkan ancaman untuk memberlakukan tarif pada barang dari delapan negara NATO Eropa: Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia. Tujuan yang dinyatakan adalah untuk memberi tekanan kepada negara-negara ini agar bernegosiasi tentang "Pembelian Lengkap dan Total" Greenland untuk Amerika Serikat. Tarif yang diusulkan akan mulai berlaku sebesar 10% pada 1 Februari 2026, dan meningkat menjadi 25% pada Juni 2026.
19-21 Januari 2026: Respon Eropa dan Eskalasi Ancaman ini memicu respons langsung dan bersatu dari Eropa. Uni Eropa mulai membahas paket tarif balasan senilai sekitar 93 miliar euro. Dalam langkah politik yang tegas, Parlemen Eropa menangguhkan proses persetujuannya terhadap sebuah kesepakatan perdagangan besar AS-EU yang sudah ada sebelumnya. Penangguhan ini merupakan bentuk protes langsung dan memberikan kekuatan hukum terhadap ancaman balasan dari UE, menciptakan tekanan ekonomi dan diplomatik yang signifikan terhadap pemerintahan AS.
21 Januari 2026: De-eskalasi dan Penarikan Menghadapi penolakan keras ini, Presiden Trump menurunkan eskalasi. Dalam pernyataan publik di Forum Ekonomi Dunia di Davos, ia menyatakan bahwa ia "sama sekali tidak" akan menggunakan kekuatan untuk memperoleh Greenland. Beberapa jam kemudian, ia memposting di platform Truth Social-nya bahwa, setelah pertemuan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, telah disepakati "kerangka kesepakatan masa depan". Ia menyatakan, "Semua ancaman tarif dengan ini ditarik," secara efektif membatalkan sanksi yang diusulkan.
24 Januari 2026: Retaliasi Ditangguhkan Setelah penarikan ancaman tarif dari AS, Uni Eropa mengumumkan bahwa mereka akan menangguhkan langkah-langkah tarif balasan yang direncanakan selama enam bulan.
Kesepakatan "Kerangka": Poin-Poin Utama
Rincian dari kerangka yang diumumkan tetap samar, tetapi informasi yang tersedia menunjukkan pergeseran dari pembelian kedaulatan ke kesepakatan keamanan.
· Fokus pada Keamanan Kutub Utara: Inti dari kerangka ini dilaporkan adalah peningkatan kerja sama AS-Eropa dalam keamanan Kutub Utara. Tujuan yang dinyatakan adalah untuk secara kolektif memastikan bahwa baik Rusia maupun China tidak dapat membangun posisi ekonomi atau militer dominan di Greenland. · Potensi Akses Militer AS: Pejabat AS menunjukkan bahwa kesepakatan ini bisa melibatkan perluasan akses militer AS ke fasilitas di Greenland dan peran resmi dalam program pertahanan rudal "Golden Dome" di pulau tersebut. · Kedaulatan Tetap dengan Greenland dan Denmark: Yang penting, semua pihak Eropa dan Greenland secara tegas menyatakan bahwa kedaulatan Greenland tidak dalam pembahasan. Perdana Menteri Denmark dan pimpinan pemerintahan Greenland secara eksplisit mengulangi bahwa kedaulatan Greenland adalah garis merah yang tidak dapat dinegosiasikan. Pejabat NATO mengonfirmasi bahwa diskusi tersebut tentang kerja sama keamanan, bukan transfer wilayah.
Analisis: Mengapa Pembalikan Mendadak?
Para analis menunjuk dua faktor utama yang memaksa pembalikan kebijakan AS secara cepat:
1. Kesatuan dan Kecepatan Balasan Eropa: Langkah langsung UE untuk memanfaatkan kesepakatan perdagangan yang berharga dan menyiapkan tarif balasan besar menunjukkan front yang bersatu yang menghadirkan konsekuensi ekonomi yang jelas dan mahal bagi AS. 2. Tekanan Pasar Keuangan: Reaksi negatif langsung di pasar saham dan obligasi global terhadap prospek perang dagang transatlantik baru menciptakan ketidakstabilan keuangan, menambah tekanan pada pemerintahan untuk menarik kembali ancaman tersebut.
Status Saat Ini dan Langkah Selanjutnya
Krisis langsung telah diredakan. Pemimpin Eropa menyatakan lega tetapi tetap berhati-hati, menekankan bahwa dialog di masa depan harus sepenuhnya menghormati kedaulatan Greenland dan Denmark. Ke depan, negosiasi teknis diharapkan akan terus dilakukan melalui kelompok kerja trilateral yang melibatkan Amerika Serikat, Denmark, dan Pemerintah Greenland, dengan fokus pada rincian praktis kerja sama keamanan dan ekonomi di wilayah Kutub Utara.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
#TrumpWithdrawsEUTariffThreats
Presiden AS Donald Trump telah menarik kembali ancamannya untuk memberlakukan tarif baru yang luas pada delapan negara NATO Eropa. Ancaman tersebut, yang menyebabkan volatilitas pasar yang signifikan dan penolakan politik terkoordinasi dari Eropa, ditarik kembali setelah pengumuman "kerangka kesepakatan masa depan" terkait keamanan Greenland dan Kutub Utara.
Garis Waktu Peristiwa
17-18 Januari 2026: Ancaman
Presiden Trump mengeluarkan ancaman untuk memberlakukan tarif pada barang dari delapan negara NATO Eropa: Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia. Tujuan yang dinyatakan adalah untuk memberi tekanan kepada negara-negara ini agar bernegosiasi tentang "Pembelian Lengkap dan Total" Greenland untuk Amerika Serikat. Tarif yang diusulkan akan mulai berlaku sebesar 10% pada 1 Februari 2026, dan meningkat menjadi 25% pada Juni 2026.
19-21 Januari 2026: Respon Eropa dan Eskalasi
Ancaman ini memicu respons langsung dan bersatu dari Eropa. Uni Eropa mulai membahas paket tarif balasan senilai sekitar 93 miliar euro. Dalam langkah politik yang tegas, Parlemen Eropa menangguhkan proses persetujuannya terhadap sebuah kesepakatan perdagangan besar AS-EU yang sudah ada sebelumnya. Penangguhan ini merupakan bentuk protes langsung dan memberikan kekuatan hukum terhadap ancaman balasan dari UE, menciptakan tekanan ekonomi dan diplomatik yang signifikan terhadap pemerintahan AS.
21 Januari 2026: De-eskalasi dan Penarikan
Menghadapi penolakan keras ini, Presiden Trump menurunkan eskalasi. Dalam pernyataan publik di Forum Ekonomi Dunia di Davos, ia menyatakan bahwa ia "sama sekali tidak" akan menggunakan kekuatan untuk memperoleh Greenland. Beberapa jam kemudian, ia memposting di platform Truth Social-nya bahwa, setelah pertemuan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, telah disepakati "kerangka kesepakatan masa depan". Ia menyatakan, "Semua ancaman tarif dengan ini ditarik," secara efektif membatalkan sanksi yang diusulkan.
24 Januari 2026: Retaliasi Ditangguhkan
Setelah penarikan ancaman tarif dari AS, Uni Eropa mengumumkan bahwa mereka akan menangguhkan langkah-langkah tarif balasan yang direncanakan selama enam bulan.
Kesepakatan "Kerangka": Poin-Poin Utama
Rincian dari kerangka yang diumumkan tetap samar, tetapi informasi yang tersedia menunjukkan pergeseran dari pembelian kedaulatan ke kesepakatan keamanan.
· Fokus pada Keamanan Kutub Utara: Inti dari kerangka ini dilaporkan adalah peningkatan kerja sama AS-Eropa dalam keamanan Kutub Utara. Tujuan yang dinyatakan adalah untuk secara kolektif memastikan bahwa baik Rusia maupun China tidak dapat membangun posisi ekonomi atau militer dominan di Greenland.
· Potensi Akses Militer AS: Pejabat AS menunjukkan bahwa kesepakatan ini bisa melibatkan perluasan akses militer AS ke fasilitas di Greenland dan peran resmi dalam program pertahanan rudal "Golden Dome" di pulau tersebut.
· Kedaulatan Tetap dengan Greenland dan Denmark: Yang penting, semua pihak Eropa dan Greenland secara tegas menyatakan bahwa kedaulatan Greenland tidak dalam pembahasan. Perdana Menteri Denmark dan pimpinan pemerintahan Greenland secara eksplisit mengulangi bahwa kedaulatan Greenland adalah garis merah yang tidak dapat dinegosiasikan. Pejabat NATO mengonfirmasi bahwa diskusi tersebut tentang kerja sama keamanan, bukan transfer wilayah.
Analisis: Mengapa Pembalikan Mendadak?
Para analis menunjuk dua faktor utama yang memaksa pembalikan kebijakan AS secara cepat:
1. Kesatuan dan Kecepatan Balasan Eropa: Langkah langsung UE untuk memanfaatkan kesepakatan perdagangan yang berharga dan menyiapkan tarif balasan besar menunjukkan front yang bersatu yang menghadirkan konsekuensi ekonomi yang jelas dan mahal bagi AS.
2. Tekanan Pasar Keuangan: Reaksi negatif langsung di pasar saham dan obligasi global terhadap prospek perang dagang transatlantik baru menciptakan ketidakstabilan keuangan, menambah tekanan pada pemerintahan untuk menarik kembali ancaman tersebut.
Status Saat Ini dan Langkah Selanjutnya
Krisis langsung telah diredakan. Pemimpin Eropa menyatakan lega tetapi tetap berhati-hati, menekankan bahwa dialog di masa depan harus sepenuhnya menghormati kedaulatan Greenland dan Denmark. Ke depan, negosiasi teknis diharapkan akan terus dilakukan melalui kelompok kerja trilateral yang melibatkan Amerika Serikat, Denmark, dan Pemerintah Greenland, dengan fokus pada rincian praktis kerja sama keamanan dan ekonomi di wilayah Kutub Utara.