Analisis terbaru dari Galaxy Research mengungkapkan kompleksitas yang dihadapi Senat AS dalam meloloskan undang-undang struktur pasar kripto. Dengan jadwal pemungutan suara di minggu ketiga Januari, regulasi ini harus melewati dua hambatan sekaligus: passing atas yang menetapkan standar tinggi, dan passing bawah yang memerlukan dukungan lintas partai. Bagi investor dan pelaku industri kripto, hasil voting ini akan menjadi momentum penentu bagi adopsi cryptocurrency secara masif di Amerika Serikat.
Passing Atas: Standar 60 Suara yang Menjadi Penghalang Utama
Menurut direktur riset Galaxy Alex Thorn, passing atas adalah tantangan pertama yang lebih signifikan daripada keseimbangan jumlah kursi. Komposisi Senat saat ini menunjukkan pembagian 53 versus 47, namun sistem filibuster membutuhkan passing atas berupa 60 suara untuk meloloskan undang-undang. Ini berarti dari 53 senator pihak mayoritas, masih diperlukan dukungan dari 7 hingga 10 senator dari pihak minoritas untuk mencapai threshold tersebut.
Passing Bawah: Perlunya Dukungan Demokrat yang Sulit Diraih
Passing bawah—dukungan dari pihak oposisi—menjadi faktor kritis yang tidak kalah rumit. Selain harus mengamankan suara mayoritas, perlu ada pemahaman bersama tentang manfaat regulasi ini bagi seluruh ekonomi kripto. Tantangan ini semakin berat mengingat berbagai perspektif partai terhadap regulasi teknologi blockchain dan aset digital.
Inti Kebijakan: Dari DeFi hingga Kewenangan SEC
Undang-undang struktur pasar kripto ini bukan sekadar formalitas prosedural. Regulasi ini mencakup beberapa ketentuan strategis yang akan membentuk masa depan industri. Pertama, aturan tentang klasifikasi DeFi di bawah standar anti-pencucian uang yang ketat. Kedua, perlakuan khusus terhadap cadangan pendapatan stablecoin yang akan memberikan transparansi lebih. Ketiga, perlindungan hukum bagi pengembang non-kustodian yang selama ini beroperasi dalam zona abu-abu regulasi. Keempat, penetapan wewenang SEC untuk mengatur penerbitan token secara eksplisit.
Dampak Pasar: Dua Skenario Berbeda
Jika passing atas dan passing bawah berhasil dicapai dan undang-undang disetujui, hal ini dapat bertindak sebagai katalis besar untuk adopsi luas cryptocurrency. Regulasi yang jelas akan mengurangi ketidakpastian pasar dan menarik institusi tradisional untuk masuk ke ekosistem digital. Sebaliknya, jika kedua passing gagal diraih dan undang-undang tidak maju, dampak terhadap fundamentalisme industri kripto mungkin tidak substansial dalam jangka panjang. Namun, kegagalan ini akan memicu sentimen pasar negatif yang signifikan, setidaknya dalam waktu dekat.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Senat AS Hadapi Ujian Krusial: Passing Atas dan Passing Bawah dalam Voting Regulasi Kripto
Analisis terbaru dari Galaxy Research mengungkapkan kompleksitas yang dihadapi Senat AS dalam meloloskan undang-undang struktur pasar kripto. Dengan jadwal pemungutan suara di minggu ketiga Januari, regulasi ini harus melewati dua hambatan sekaligus: passing atas yang menetapkan standar tinggi, dan passing bawah yang memerlukan dukungan lintas partai. Bagi investor dan pelaku industri kripto, hasil voting ini akan menjadi momentum penentu bagi adopsi cryptocurrency secara masif di Amerika Serikat.
Passing Atas: Standar 60 Suara yang Menjadi Penghalang Utama
Menurut direktur riset Galaxy Alex Thorn, passing atas adalah tantangan pertama yang lebih signifikan daripada keseimbangan jumlah kursi. Komposisi Senat saat ini menunjukkan pembagian 53 versus 47, namun sistem filibuster membutuhkan passing atas berupa 60 suara untuk meloloskan undang-undang. Ini berarti dari 53 senator pihak mayoritas, masih diperlukan dukungan dari 7 hingga 10 senator dari pihak minoritas untuk mencapai threshold tersebut.
Passing Bawah: Perlunya Dukungan Demokrat yang Sulit Diraih
Passing bawah—dukungan dari pihak oposisi—menjadi faktor kritis yang tidak kalah rumit. Selain harus mengamankan suara mayoritas, perlu ada pemahaman bersama tentang manfaat regulasi ini bagi seluruh ekonomi kripto. Tantangan ini semakin berat mengingat berbagai perspektif partai terhadap regulasi teknologi blockchain dan aset digital.
Inti Kebijakan: Dari DeFi hingga Kewenangan SEC
Undang-undang struktur pasar kripto ini bukan sekadar formalitas prosedural. Regulasi ini mencakup beberapa ketentuan strategis yang akan membentuk masa depan industri. Pertama, aturan tentang klasifikasi DeFi di bawah standar anti-pencucian uang yang ketat. Kedua, perlakuan khusus terhadap cadangan pendapatan stablecoin yang akan memberikan transparansi lebih. Ketiga, perlindungan hukum bagi pengembang non-kustodian yang selama ini beroperasi dalam zona abu-abu regulasi. Keempat, penetapan wewenang SEC untuk mengatur penerbitan token secara eksplisit.
Dampak Pasar: Dua Skenario Berbeda
Jika passing atas dan passing bawah berhasil dicapai dan undang-undang disetujui, hal ini dapat bertindak sebagai katalis besar untuk adopsi luas cryptocurrency. Regulasi yang jelas akan mengurangi ketidakpastian pasar dan menarik institusi tradisional untuk masuk ke ekosistem digital. Sebaliknya, jika kedua passing gagal diraih dan undang-undang tidak maju, dampak terhadap fundamentalisme industri kripto mungkin tidak substansial dalam jangka panjang. Namun, kegagalan ini akan memicu sentimen pasar negatif yang signifikan, setidaknya dalam waktu dekat.