Digital Currency X Technology Inc. (DCX), sebuah perusahaan pengelolaan cadangan aset digital, mengumumkan pada hari Selasa bahwa dewan direksi resmi menyetujui pemecahan saham terbalik 12-untuk-1, yang akan berlaku mulai 22 Januari 2026. Langkah strategis ini merupakan langkah penting dalam upaya perusahaan untuk kembali mematuhi standar pencatatan di Nasdaq.
Memahami Konsolidasi Saham Terbalik 12-untuk-1
Inisiatif pemecahan saham terbalik ini melibatkan penggabungan setiap 12 saham yang ada menjadi satu saham, sebuah praktik umum di antara perusahaan yang berusaha memulihkan status pencatatannya. Setelah konsolidasi saham terbalik, pemegang saham akan melihat pengurangan jumlah total saham mereka, meskipun kepemilikan proporsional mereka tetap tidak berubah. Restrukturisasi perusahaan ini dirancang untuk mengatasi persyaratan harga saham minimum Nasdaq, yang saat ini mewajibkan perusahaan yang terdaftar untuk mempertahankan nilai perdagangan minimum.
Respon Pasar dan Dampak Perdagangan Pra-Pasar
Pengumuman ini memicu aktivitas pasar langsung, dengan saham DCX menurun lebih dari 5% selama sesi perdagangan pra-pasar. Saham ditutup pada hari Jumat di harga $0.4296, yang mewakili kerugian sebesar 7.23% untuk hari perdagangan tersebut. Pergerakan harga ini mencerminkan sentimen investor terhadap strategi pemecahan balik dan efek yang diharapkan terhadap nilai saham.
Jalan Menuju Standar Kepatuhan Nasdaq
Dengan menerapkan pemecahan saham terbalik ini, DCX bertujuan untuk meningkatkan harga sahamnya di atas ambang minimum Nasdaq dan mengembalikan kepatuhan penuh terhadap regulasi bursa. Langkah ini menandakan komitmen manajemen untuk mempertahankan pencatatan pasar dan memenuhi standar tata kelola yang diperlukan untuk perdagangan lanjutan di platform tersebut. Efektivitas strategi ini akan menjadi lebih jelas saat tanggal pelaksanaan 22 Januari 2026 mendekat dan perdagangan pasar dilanjutkan berdasarkan konsolidasi baru.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
DCX Melaksanakan Strategi Pemecahan Saham Terbalik untuk Mengembalikan Kepatuhan Nasdaq
Digital Currency X Technology Inc. (DCX), sebuah perusahaan pengelolaan cadangan aset digital, mengumumkan pada hari Selasa bahwa dewan direksi resmi menyetujui pemecahan saham terbalik 12-untuk-1, yang akan berlaku mulai 22 Januari 2026. Langkah strategis ini merupakan langkah penting dalam upaya perusahaan untuk kembali mematuhi standar pencatatan di Nasdaq.
Memahami Konsolidasi Saham Terbalik 12-untuk-1
Inisiatif pemecahan saham terbalik ini melibatkan penggabungan setiap 12 saham yang ada menjadi satu saham, sebuah praktik umum di antara perusahaan yang berusaha memulihkan status pencatatannya. Setelah konsolidasi saham terbalik, pemegang saham akan melihat pengurangan jumlah total saham mereka, meskipun kepemilikan proporsional mereka tetap tidak berubah. Restrukturisasi perusahaan ini dirancang untuk mengatasi persyaratan harga saham minimum Nasdaq, yang saat ini mewajibkan perusahaan yang terdaftar untuk mempertahankan nilai perdagangan minimum.
Respon Pasar dan Dampak Perdagangan Pra-Pasar
Pengumuman ini memicu aktivitas pasar langsung, dengan saham DCX menurun lebih dari 5% selama sesi perdagangan pra-pasar. Saham ditutup pada hari Jumat di harga $0.4296, yang mewakili kerugian sebesar 7.23% untuk hari perdagangan tersebut. Pergerakan harga ini mencerminkan sentimen investor terhadap strategi pemecahan balik dan efek yang diharapkan terhadap nilai saham.
Jalan Menuju Standar Kepatuhan Nasdaq
Dengan menerapkan pemecahan saham terbalik ini, DCX bertujuan untuk meningkatkan harga sahamnya di atas ambang minimum Nasdaq dan mengembalikan kepatuhan penuh terhadap regulasi bursa. Langkah ini menandakan komitmen manajemen untuk mempertahankan pencatatan pasar dan memenuhi standar tata kelola yang diperlukan untuk perdagangan lanjutan di platform tersebut. Efektivitas strategi ini akan menjadi lebih jelas saat tanggal pelaksanaan 22 Januari 2026 mendekat dan perdagangan pasar dilanjutkan berdasarkan konsolidasi baru.