Seorang investor China mungkin akan menempatkan pasar perak di depan "Short Squeeze".. Apakah kita menghadapi pengulangan skenario nickel?
Pengungkapan terbaru di Bursa Shanghai tentang pusat penjualan terbuka milik miliarder China, Bian Shiming, menimbulkan kehebohan besar di pasar. Pusat tersebut diperkirakan memiliki sekitar 450 ton perak, yaitu 30% lebih banyak dari stok aktual di bursa, yang mendorong regulator untuk segera turun tangan guna memastikan kestabilan pasar.
Pasar Memberikan Tekanan
Dengan pusat yang dibekukan secara resmi, menjadi jelas bahwa pasar sendiri akan memberi tekanan pada pusat Shiming. Pusat terbukanya setara dengan 130% dari total stok perak, yang dapat menyebabkan tekanan beli besar (Short Squeeze) serupa dengan yang terjadi pada Volkswagen 2008 dan nickel 2022, di mana harga melonjak tajam akibat upaya menutup posisi.
Apa itu tekanan beli (Short Squeeze)?
Tekanan beli terjadi ketika investor bertaruh pada penurunan harga, tetapi harga justru naik, sehingga mereka harus membeli untuk menutup kerugian mereka, meningkatkan kekuatan beli di pasar secara keseluruhan dan mendorong harga naik.
Intervensi China
Otoritas China membekukan pusat Shiming untuk memastikan kestabilan pasar dan mengirim pesan yang jelas kepada trader lainnya. Intervensi ini membatasi risiko keruntuhan harga akibat posisi terbuka besar dan memungkinkan pasar bullish untuk terus berjalan dengan lebih seimbang.
Pelajaran dari Masa Lalu
Volkswagen 2008: kenaikan cepat harga saham akibat tekanan beli
️ Nickel 2022: kenaikan harga yang signifikan dan penghentian perdagangan sementara (Tekanan beli nickel disebabkan oleh pusat terbuka besar milik miliarder China lainnya, Xiang Guangda)
Dampak Potensial pada Perak
Jika Shiming mencoba menutup posisi di pasar yang hanya memiliki 350 ton, hal ini dapat menyebabkan tekanan beli tambahan dan kenaikan harga yang signifikan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Seorang investor China mungkin akan menempatkan pasar perak di depan "Short Squeeze".. Apakah kita menghadapi pengulangan skenario nickel?
Pengungkapan terbaru di Bursa Shanghai tentang pusat penjualan terbuka milik miliarder China, Bian Shiming, menimbulkan kehebohan besar di pasar. Pusat tersebut diperkirakan memiliki sekitar 450 ton perak, yaitu 30% lebih banyak dari stok aktual di bursa, yang mendorong regulator untuk segera turun tangan guna memastikan kestabilan pasar.
Pasar Memberikan Tekanan
Dengan pusat yang dibekukan secara resmi, menjadi jelas bahwa pasar sendiri akan memberi tekanan pada pusat Shiming. Pusat terbukanya setara dengan 130% dari total stok perak, yang dapat menyebabkan tekanan beli besar (Short Squeeze) serupa dengan yang terjadi pada Volkswagen 2008 dan nickel 2022, di mana harga melonjak tajam akibat upaya menutup posisi.
Apa itu tekanan beli (Short Squeeze)?
Tekanan beli terjadi ketika investor bertaruh pada penurunan harga, tetapi harga justru naik, sehingga mereka harus membeli untuk menutup kerugian mereka, meningkatkan kekuatan beli di pasar secara keseluruhan dan mendorong harga naik.
Intervensi China
Otoritas China membekukan pusat Shiming untuk memastikan kestabilan pasar dan mengirim pesan yang jelas kepada trader lainnya. Intervensi ini membatasi risiko keruntuhan harga akibat posisi terbuka besar dan memungkinkan pasar bullish untuk terus berjalan dengan lebih seimbang.
Pelajaran dari Masa Lalu
Volkswagen 2008: kenaikan cepat harga saham akibat tekanan beli
️ Nickel 2022: kenaikan harga yang signifikan dan penghentian perdagangan sementara (Tekanan beli nickel disebabkan oleh pusat terbuka besar milik miliarder China lainnya, Xiang Guangda)
Dampak Potensial pada Perak
Jika Shiming mencoba menutup posisi di pasar yang hanya memiliki 350 ton, hal ini dapat menyebabkan tekanan beli tambahan dan kenaikan harga yang signifikan.