Perhatikan grafik ini dari rasio P/E ( untuk tujuh raksasa teknologi.
Sementara rasio sebagian besar perusahaan berkisar antara 28 hingga 57 kali, yang merupakan kisaran yang masuk akal untuk perusahaan pertumbuhan terkemuka,
kita menemukan "Tesla" melanggar batas dengan rasio laba yang mencapai 285 kali lipat.
Apa arti angka ini? Sederhana saja, pasar tidak menilai Tesla sebagai perusahaan mobil, bahkan tidak sebagai perusahaan teknologi biasa. Pasar menilai "janji" masa depan yang luar biasa di bidang robot dan kecerdasan buatan yang memimpin.
Namun, kesenjangan di sini menjadi lebih dalam dari sekadar bisa diabaikan; investor Tesla hari ini membayar harga untuk laba yang mungkin tidak terwujud selama berdekade-dekade,
sementara perusahaan seperti "Meta", "Google", dan "Amazon" menawarkan pertumbuhan nyata dan terukur dengan rasio yang paling murah di kelompoknya.
Kesimpulannya: Ketika grafik dipenuhi oleh "gajah di ruangan" )Elephant in the room( seperti halnya Tesla,
kita harus bertanya: Apakah pasar melihat visi yang brilian yang tidak kita lihat? Atau kita sedang mengalami pemisahan dari kenyataan keuangan?
Sejarah mengajarkan kita bahwa rasio yang sangat tinggi selalu menjadi ujian terberat bagi kestabilan investor.
Menurut pendapatmu, apakah rasio laba Tesla )285( masih dapat dibenarkan mengingat ambisi Elon Musk, ataukah koreksi pasar sudah menjadi keharusan?
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Perhatikan grafik ini dari rasio P/E ( untuk tujuh raksasa teknologi.
Sementara rasio sebagian besar perusahaan berkisar antara 28 hingga 57 kali,
yang merupakan kisaran yang masuk akal untuk perusahaan pertumbuhan terkemuka,
kita menemukan "Tesla" melanggar batas dengan rasio laba yang mencapai 285 kali lipat.
Apa arti angka ini?
Sederhana saja,
pasar tidak menilai Tesla sebagai perusahaan mobil,
bahkan tidak sebagai perusahaan teknologi biasa.
Pasar menilai "janji" masa depan yang luar biasa di bidang robot dan kecerdasan buatan yang memimpin.
Namun, kesenjangan di sini menjadi lebih dalam dari sekadar bisa diabaikan;
investor Tesla hari ini membayar harga untuk laba yang mungkin tidak terwujud selama berdekade-dekade,
sementara perusahaan seperti "Meta", "Google", dan "Amazon"
menawarkan pertumbuhan nyata dan terukur dengan rasio yang paling murah di kelompoknya.
Kesimpulannya:
Ketika grafik dipenuhi oleh "gajah di ruangan" )Elephant in the room( seperti halnya Tesla,
kita harus bertanya:
Apakah pasar melihat visi yang brilian yang tidak kita lihat?
Atau kita sedang mengalami pemisahan dari kenyataan keuangan?
Sejarah mengajarkan kita bahwa rasio yang sangat tinggi selalu menjadi ujian terberat bagi kestabilan investor.
Menurut pendapatmu,
apakah rasio laba Tesla )285( masih dapat dibenarkan mengingat ambisi Elon Musk,
ataukah koreksi pasar sudah menjadi keharusan?
Kami menantikan pendapatmu di kolom komentar.
)$BTC $XRP
$GT
#BuyTheDipOrWaitNow? #InstitutionalCapitalImpactsMarketStructure #GateSpringFestivalHorseRacingEvent