Rheinmetall AG, produsen pertahanan dan dirgantara terkemuka dari Jerman, baru-baru ini mengumumkan keberhasilan penyelesaian negosiasi untuk perjanjian amunisi jangka panjang yang signifikan dengan Angkatan Bersenjata Belanda. Kesepakatan bersejarah ini berfokus pada produksi dan pengiriman sistem granat, sekaligus memperkuat kerangka kemitraan yang sudah ada antara kedua perusahaan yang mencakup amunisi artileri 155mm dan pasokan amunisi 40mm.
Perjanjian Multi-Tahun Memperkuat Kapasitas Produksi Granat
Kerangka kerja yang baru dibentuk ini mencakup periode awal lima tahun dengan fleksibilitas untuk memperpanjang operasi selama dua tahun tambahan, mewakili komitmen bernilai dalam kisaran puluhan juta euro. Perjanjian pasokan granat ini mencakup sekitar 15 varian berbeda, mencerminkan cakupan kemitraan yang komprehensif dan beragam kebutuhan operasional militer Belanda. Kesepakatan ini menunjukkan kepercayaan terhadap kemampuan produksi Rheinmetall dan keandalan produk di berbagai kategori amunisi.
Jaringan Produksi Eropa untuk Granat Diperluas
Produksi sistem granat ini akan didistribusikan di seluruh fasilitas Rheinmetall yang strategis di Eropa Tengah. Operasi manufaktur berpusat di tiga lokasi utama: Trittau dan Silberhütte di Jerman, serta situs produksi perusahaan di Schwanenstadt, Austria. Distribusi geografis produksi granat ini memastikan logistik yang efisien, ketahanan rantai pasokan, dan kemampuan memenuhi kebutuhan operasional berkelanjutan dari Angkatan Bersenjata Belanda. Sumber daya yang digunakan secara khusus dimaksudkan untuk meningkatkan kesiapan tempur dan program pelatihan komprehensif personel militer Belanda.
Implikasi Strategis untuk Rantai Pasokan Pertahanan
Perluasan kontrak granat ini menjadi contoh penguatan posisi Rheinmetall dalam pengadaan pertahanan di Eropa. Dengan mengamankan perjanjian multi-tahun untuk amunisi granat ini, perusahaan memperkuat perannya sebagai pemasok lengkap berbagai kategori amunisi kepada mitra yang berafiliasi NATO. Para pelaku pasar mencatat transaksi ini, dengan saham Rheinmetall menunjukkan aktivitas perdagangan yang modest, turun 1,14% menjadi EUR 1.775 di bursa XETRA. Kesepakatan ini menegaskan permintaan yang terus berlanjut untuk sistem pertahanan canggih di negara-negara anggota NATO di Eropa dan memperkuat keunggulan kompetitif Rheinmetall di sektor granat dan amunisi konvensional.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Rheinmetall Mengamankan Kesepakatan Pasokan Granat Utama Dengan Angkatan Bersenjata Belanda
Rheinmetall AG, produsen pertahanan dan dirgantara terkemuka dari Jerman, baru-baru ini mengumumkan keberhasilan penyelesaian negosiasi untuk perjanjian amunisi jangka panjang yang signifikan dengan Angkatan Bersenjata Belanda. Kesepakatan bersejarah ini berfokus pada produksi dan pengiriman sistem granat, sekaligus memperkuat kerangka kemitraan yang sudah ada antara kedua perusahaan yang mencakup amunisi artileri 155mm dan pasokan amunisi 40mm.
Perjanjian Multi-Tahun Memperkuat Kapasitas Produksi Granat
Kerangka kerja yang baru dibentuk ini mencakup periode awal lima tahun dengan fleksibilitas untuk memperpanjang operasi selama dua tahun tambahan, mewakili komitmen bernilai dalam kisaran puluhan juta euro. Perjanjian pasokan granat ini mencakup sekitar 15 varian berbeda, mencerminkan cakupan kemitraan yang komprehensif dan beragam kebutuhan operasional militer Belanda. Kesepakatan ini menunjukkan kepercayaan terhadap kemampuan produksi Rheinmetall dan keandalan produk di berbagai kategori amunisi.
Jaringan Produksi Eropa untuk Granat Diperluas
Produksi sistem granat ini akan didistribusikan di seluruh fasilitas Rheinmetall yang strategis di Eropa Tengah. Operasi manufaktur berpusat di tiga lokasi utama: Trittau dan Silberhütte di Jerman, serta situs produksi perusahaan di Schwanenstadt, Austria. Distribusi geografis produksi granat ini memastikan logistik yang efisien, ketahanan rantai pasokan, dan kemampuan memenuhi kebutuhan operasional berkelanjutan dari Angkatan Bersenjata Belanda. Sumber daya yang digunakan secara khusus dimaksudkan untuk meningkatkan kesiapan tempur dan program pelatihan komprehensif personel militer Belanda.
Implikasi Strategis untuk Rantai Pasokan Pertahanan
Perluasan kontrak granat ini menjadi contoh penguatan posisi Rheinmetall dalam pengadaan pertahanan di Eropa. Dengan mengamankan perjanjian multi-tahun untuk amunisi granat ini, perusahaan memperkuat perannya sebagai pemasok lengkap berbagai kategori amunisi kepada mitra yang berafiliasi NATO. Para pelaku pasar mencatat transaksi ini, dengan saham Rheinmetall menunjukkan aktivitas perdagangan yang modest, turun 1,14% menjadi EUR 1.775 di bursa XETRA. Kesepakatan ini menegaskan permintaan yang terus berlanjut untuk sistem pertahanan canggih di negara-negara anggota NATO di Eropa dan memperkuat keunggulan kompetitif Rheinmetall di sektor granat dan amunisi konvensional.