Administrasi Informasi Energi merilis laporan mingguan terbarunya pada hari Rabu, mengungkapkan bahwa data persediaan minyak mentah di Amerika Serikat menurun secara signifikan selama minggu yang berakhir pada 30 Januari. Penurunan ini melebihi ekspektasi analis, dengan cadangan turun sebesar 3,5 juta barel dibandingkan dengan penurunan 2,0 juta barel yang diperkirakan oleh ekonom. Ini mengikuti penurunan minggu sebelumnya sebesar 2,3 juta barel, menunjukkan momentum penurunan yang berkelanjutan dalam tingkat persediaan minyak mentah.
EIA Laporankan Penurunan Signifikan dalam Cadangan Minyak Mentah
Data persediaan minyak mentah AS saat ini menunjukkan total 420,3 juta barel, menempatkan pasokan sekitar 4 persen di bawah rata-rata musiman lima tahun. Posisi persediaan yang di bawah rata-rata ini menunjukkan ketatnya pasokan menjelang awal musim semi. Penurunan yang lebih tajam ini melampaui perkiraan pasar, menandakan permintaan yang lebih kuat dari perkiraan atau kemungkinan pengurangan impor dalam minggu perdagangan terakhir.
Persediaan Distilat Menurun Sementara Bensin Naik
Gambaran persediaan energi tetap beragam di berbagai kategori bahan bakar. Persediaan bahan bakar distilat, yang mencakup minyak pemanas dan diesel, mengalami penurunan yang lebih tajam sebesar 5,6 juta barel minggu lalu, kini sekitar 2 persen di bawah rata-rata lima tahun. Ini menunjukkan permintaan yang kuat untuk bahan bakar diesel dalam transportasi dan pemanasan. Sebaliknya, persediaan bensin bergerak ke arah yang berlawanan, meningkat sebesar 0,7 juta barel dan kini sekitar 4 persen di atas kisaran normal untuk waktu tahun ini, yang mungkin mencerminkan permintaan bensin yang lebih lemah atau produksi kilang yang kuat.
Implikasi Pasar dari Data Minyak Mentah
Perbedaan data persediaan minyak mentah di berbagai jenis bahan bakar menyoroti dinamika pasar yang berbeda. Penurunan cadangan minyak mentah yang lebih tajam dari perkiraan dapat mendukung harga energi, sementara tingginya tingkat bensin mungkin menunjukkan pasokan yang cukup untuk permintaan jangka pendek. Pelaku pasar energi akan terus memantau laporan EIA dengan cermat untuk mendapatkan sinyal tentang fundamental pasokan dan permintaan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Data Inventaris Minyak Mentah AS Menunjukkan Penurunan Lebih Tajam Dari Perkiraan
Administrasi Informasi Energi merilis laporan mingguan terbarunya pada hari Rabu, mengungkapkan bahwa data persediaan minyak mentah di Amerika Serikat menurun secara signifikan selama minggu yang berakhir pada 30 Januari. Penurunan ini melebihi ekspektasi analis, dengan cadangan turun sebesar 3,5 juta barel dibandingkan dengan penurunan 2,0 juta barel yang diperkirakan oleh ekonom. Ini mengikuti penurunan minggu sebelumnya sebesar 2,3 juta barel, menunjukkan momentum penurunan yang berkelanjutan dalam tingkat persediaan minyak mentah.
EIA Laporankan Penurunan Signifikan dalam Cadangan Minyak Mentah
Data persediaan minyak mentah AS saat ini menunjukkan total 420,3 juta barel, menempatkan pasokan sekitar 4 persen di bawah rata-rata musiman lima tahun. Posisi persediaan yang di bawah rata-rata ini menunjukkan ketatnya pasokan menjelang awal musim semi. Penurunan yang lebih tajam ini melampaui perkiraan pasar, menandakan permintaan yang lebih kuat dari perkiraan atau kemungkinan pengurangan impor dalam minggu perdagangan terakhir.
Persediaan Distilat Menurun Sementara Bensin Naik
Gambaran persediaan energi tetap beragam di berbagai kategori bahan bakar. Persediaan bahan bakar distilat, yang mencakup minyak pemanas dan diesel, mengalami penurunan yang lebih tajam sebesar 5,6 juta barel minggu lalu, kini sekitar 2 persen di bawah rata-rata lima tahun. Ini menunjukkan permintaan yang kuat untuk bahan bakar diesel dalam transportasi dan pemanasan. Sebaliknya, persediaan bensin bergerak ke arah yang berlawanan, meningkat sebesar 0,7 juta barel dan kini sekitar 4 persen di atas kisaran normal untuk waktu tahun ini, yang mungkin mencerminkan permintaan bensin yang lebih lemah atau produksi kilang yang kuat.
Implikasi Pasar dari Data Minyak Mentah
Perbedaan data persediaan minyak mentah di berbagai jenis bahan bakar menyoroti dinamika pasar yang berbeda. Penurunan cadangan minyak mentah yang lebih tajam dari perkiraan dapat mendukung harga energi, sementara tingginya tingkat bensin mungkin menunjukkan pasokan yang cukup untuk permintaan jangka pendek. Pelaku pasar energi akan terus memantau laporan EIA dengan cermat untuk mendapatkan sinyal tentang fundamental pasokan dan permintaan.