Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
CFD
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
#BTCPullback
63% Institusi Berinvestasi di Aset Kripto untuk Diversifikasi, Laporan Temukan
Manajer dana yang mengelola aset senilai US$1,3 triliun menyebut diversifikasi dan permintaan klien sebagai alasan utama untuk 63% alokasi kripto mereka. Spekulasi hanya mengambil porsi 15%, turun drastis dibanding dua tahun lalu.
Survei triwulanan CoinShares edisi Mei 2026 melibatkan 26 responden institusional. Hasilnya menunjukkan bahwa aset kripto kini lebih banyak dipilih berdasarkan fundamental, bukan karena momentum narasi saja.
Diversifikasi Gantikan Spekulasi sebagai Pendorong Alokasi
Dua tahun lalu, spekulasi menjadi alasan utama dalam alokasi aset kripto. Kini angkanya turun menjadi 15%. Sementara itu, alasan diversifikasi dan permintaan klien melonjak dari 36% menjadi 63%, menurut CoinShares.
“Dua tahun lalu, spekulasi adalah alasan utama para manajer dana memiliki aset digital. Saat ini angkanya hanya 15%. Sebagai gantinya, diversifikasi dan permintaan klien kini mengambil porsi 63% dari alasan alokasi,” terang James Butterfill, kepala riset CoinShares, dalam laporan tersebut.
Rata-rata alokasi portofolio berbobot turun jadi 0,1%, karena sampel institusi yang lebih besar. Median kepemilikan tetap di angka 1%, yaitu ukuran entry default untuk institusi yang baru masuk.
Bitcoin Memimpin, Ethereum dan Solana Menguat
Bitcoin
BTCUSD
masih menjadi pilihan utama dalam prospek pertumbuhan. Meski begitu, sentimen terhadap Ethereum
ETHUSD
dan Solana
SOLUSD
meningkat dibanding survei triwulan sebelumnya.
BTC dan ETH bersama-sama mewakili 58% dari jawaban portofolio investor. Altcoin lama seperti Cardano
ADAUSDT
dan Polkadot (DOT) mulai ditinggalkan di portofolio mereka.
Investor juga mulai beralih ke Aave (AAVE), Sui (SUI), Tron (TRX), dan protokol decentralized finance (DeFi).
Pembatasan Korporasi Geser Regulasi sebagai Penghalang Utama
Pembatasan korporasi kini menjadi hambatan utama dalam memperdalam alokasi, menggeser regulasi sebagai penghalang utama. Sistem lama di lembaga besar masih menjadi kendala utama.
Risiko quantum masih sering muncul dalam diskusi dengan klien. Sementara itu, kekhawatiran reputasi dan volatilitas mulai mereda, tapi angkanya masih tinggi. Mayoritas responden juga belum memutuskan apakah The Fed telah melakukan kesalahan kebijakan atau belum.
Peningkatan alokasi yang melampaui median 1% sepertinya akan bergantung pada seberapa cepat institusi bisa mengatasi pembatasan internal mereka.