Agar Anda dapat memanfaatkan trading secara maksimal dan meningkatkan peluang mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga, memahami arti short yang berarti menjual terlebih dahulu untuk membeli kembali dengan harga yang lebih rendah sangat penting. Pelajari hal ini secara mendalam.
Posisi Long dan Short di pasar trading
Perintah trading Long dan Short sebagian besar berlaku untuk instrumen jenis derivatif (Derivatives) seperti kontrak futures, CFD, dan lain-lain.
Apa itu Posisi Long
Posisi Long berarti mengirimkan perintah beli aset, di mana trader memperkirakan harga akan naik. Setelah itu, posisi ditutup dengan menjual untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga.
Strategi ini digunakan di pasar yang tren naik, berdasarkan prinsip “beli murah, jual mahal”. Contohnya:
Situasi pertama (keuntungan): Trader membeli barang seharga 41 rupiah, memperkirakan harga akan naik. Ketika harga naik menjadi 42 rupiah, trader menjualnya, mendapatkan keuntungan 1 rupiah.
Situasi kedua (kerugian): Trader membeli di harga 41 rupiah, tetapi harga justru turun. Maka harus menjual di harga 40 rupiah, mengalami kerugian 1 rupiah.
Apa itu Posisi Short
Posisi Short berarti mengirimkan perintah jual terlebih dahulu, di mana trader memperkirakan harga akan turun. Posisi ditutup dengan membeli kembali di harga yang lebih rendah untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga.
Strategi ini digunakan di pasar tren turun, berdasarkan prinsip “jual mahal, beli kembali murah”. Penggunaan short tidak berlaku untuk semua instrumen, hanya untuk instrumen derivatif dan kontrak CFD saja.
Situasi pertama (keuntungan): Trader menjual di harga 41 rupiah, memperkirakan harga akan turun. Ketika harga turun menjadi 40 rupiah, trader membeli kembali, mendapatkan keuntungan 1 rupiah.
Situasi kedua (kerugian): Trader menjual di harga 41 rupiah, tetapi harga justru naik menjadi 42 rupiah, sehingga harus membeli kembali di harga yang lebih tinggi, mengalami kerugian 1 rupiah.
Contoh penggunaan Long dan Short dalam investasi
Contoh 1: Posisi Long pada saham
Misalnya, investor mendapatkan kabar bahwa kinerja salah satu perusahaan membaik, sehingga memperkirakan harga saham akan naik. Ia memutuskan membeli 100 saham dengan harga 350 rupiah (total 35.000 rupiah).
Ketika kabar baik ini diumumkan ke publik, harga saham naik menjadi 400 rupiah. Investor menjual 100 saham tersebut, mendapatkan keuntungan sebesar 5.000 rupiah.
Contoh 2: Posisi Short pada saham
Trader mendapatkan informasi bahwa sebuah perusahaan akan mengalami masalah rantai pasok, sehingga memperkirakan harga saham akan turun. Ia meminjam 100 saham dari broker dan menjualnya di harga 350 rupiah (mendapatkan 35.000 rupiah).
Kemudian, setelah berita negatif muncul dan harga saham turun menjadi 300 rupiah, trader membeli kembali 100 saham tersebut di harga ini (mengeluarkan 30.000 rupiah) untuk mengembalikan ke broker, mendapatkan keuntungan sebesar 5.000 rupiah.
Ringkasan
Memahami short berarti menjual terlebih dahulu untuk mendapatkan keuntungan dari penurunan harga. Perbedaan antara Posisi Long dan Short adalah keterampilan dasar yang penting bagi semua trader. Baik Anda trading dengan instrumen derivatif maupun CFD, Anda dapat meraih keuntungan di pasar tren naik maupun turun dengan pengambilan keputusan yang tepat dan manajemen risiko yang baik.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Untuk trader pemula, Long dan Short adalah apa? Mari kenali perintah trading ini terlebih dahulu
Agar Anda dapat memanfaatkan trading secara maksimal dan meningkatkan peluang mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga, memahami arti short yang berarti menjual terlebih dahulu untuk membeli kembali dengan harga yang lebih rendah sangat penting. Pelajari hal ini secara mendalam.
Posisi Long dan Short di pasar trading
Perintah trading Long dan Short sebagian besar berlaku untuk instrumen jenis derivatif (Derivatives) seperti kontrak futures, CFD, dan lain-lain.
Apa itu Posisi Long
Posisi Long berarti mengirimkan perintah beli aset, di mana trader memperkirakan harga akan naik. Setelah itu, posisi ditutup dengan menjual untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga.
Strategi ini digunakan di pasar yang tren naik, berdasarkan prinsip “beli murah, jual mahal”. Contohnya:
Situasi pertama (keuntungan): Trader membeli barang seharga 41 rupiah, memperkirakan harga akan naik. Ketika harga naik menjadi 42 rupiah, trader menjualnya, mendapatkan keuntungan 1 rupiah.
Situasi kedua (kerugian): Trader membeli di harga 41 rupiah, tetapi harga justru turun. Maka harus menjual di harga 40 rupiah, mengalami kerugian 1 rupiah.
Apa itu Posisi Short
Posisi Short berarti mengirimkan perintah jual terlebih dahulu, di mana trader memperkirakan harga akan turun. Posisi ditutup dengan membeli kembali di harga yang lebih rendah untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga.
Strategi ini digunakan di pasar tren turun, berdasarkan prinsip “jual mahal, beli kembali murah”. Penggunaan short tidak berlaku untuk semua instrumen, hanya untuk instrumen derivatif dan kontrak CFD saja.
Situasi pertama (keuntungan): Trader menjual di harga 41 rupiah, memperkirakan harga akan turun. Ketika harga turun menjadi 40 rupiah, trader membeli kembali, mendapatkan keuntungan 1 rupiah.
Situasi kedua (kerugian): Trader menjual di harga 41 rupiah, tetapi harga justru naik menjadi 42 rupiah, sehingga harus membeli kembali di harga yang lebih tinggi, mengalami kerugian 1 rupiah.
Contoh penggunaan Long dan Short dalam investasi
Contoh 1: Posisi Long pada saham
Misalnya, investor mendapatkan kabar bahwa kinerja salah satu perusahaan membaik, sehingga memperkirakan harga saham akan naik. Ia memutuskan membeli 100 saham dengan harga 350 rupiah (total 35.000 rupiah).
Ketika kabar baik ini diumumkan ke publik, harga saham naik menjadi 400 rupiah. Investor menjual 100 saham tersebut, mendapatkan keuntungan sebesar 5.000 rupiah.
Contoh 2: Posisi Short pada saham
Trader mendapatkan informasi bahwa sebuah perusahaan akan mengalami masalah rantai pasok, sehingga memperkirakan harga saham akan turun. Ia meminjam 100 saham dari broker dan menjualnya di harga 350 rupiah (mendapatkan 35.000 rupiah).
Kemudian, setelah berita negatif muncul dan harga saham turun menjadi 300 rupiah, trader membeli kembali 100 saham tersebut di harga ini (mengeluarkan 30.000 rupiah) untuk mengembalikan ke broker, mendapatkan keuntungan sebesar 5.000 rupiah.
Ringkasan
Memahami short berarti menjual terlebih dahulu untuk mendapatkan keuntungan dari penurunan harga. Perbedaan antara Posisi Long dan Short adalah keterampilan dasar yang penting bagi semua trader. Baik Anda trading dengan instrumen derivatif maupun CFD, Anda dapat meraih keuntungan di pasar tren naik maupun turun dengan pengambilan keputusan yang tepat dan manajemen risiko yang baik.